REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menetapkan enam komitmen utama dalam penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah strategis ini diumumkan di Manado pada Kamis, sebagai upaya memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten II Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, memaparkan komitmen pertama adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Target yang dicanangkan cukup ambisius, yaitu mencapai 94,54 persen pada tahun 2029.
Komitmen kedua, memperkuat program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang berbasis pada komoditas unggulan. Ketiga, mempererat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sinergi yang solid antar pemangku kepentingan.
Keempat, menyelaraskan program TPAKD dengan prioritas pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kelima, meningkatkan kualitas monitoring, evaluasi, serta kapasitas sumber daya manusia (SDM) TPAKD.
Keenam, mengoptimalkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Bohusami, dan pengembangan ekosistem keuangan inklusif di wilayah perdesaan. Jemmy menekankan bahwa Gubernur Sulut meminta seluruh bupati dan wali kota mengambil peran aktif dalam implementasi program ini.
Peran aktif tersebut meliputi peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan bagi UMKM, serta optimalisasi potensi ekonomi di daerah masing-masing. Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan juga harus semakin kuat.
Peluang dan Tantangan Inklusi Keuangan
Jemmy menegaskan bahwa Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki hubungan sejarah, budaya, perdagangan, dan konektivitas yang saling melengkapi. Kedua provinsi dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama jika didukung sistem keuangan yang inklusif dan efisien.
Namun, ia menyoroti masih besarnya tantangan yang dihadapi. Banyak pelaku UMKM yang belum memperoleh akses pembiayaan formal. Tingkat literasi keuangan di sejumlah wilayah, khususnya daerah kepulauan, juga masih rendah.
Selain itu, percepatan transformasi digital sangat diperlukan untuk menjangkau petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro. Akses keuangan bukan sekadar membuka rekening atau menyalurkan kredit, melainkan menjadi instrumen pembangunan untuk memperluas kesempatan berusaha dan mengurangi kesenjangan.
Semangat yang ada di Sulut dinilai akan menjadi kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan utara Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 day ago
4














































