Pemkot Tangsel Bangun Ulang SDN Jombang 03: Fasilitas Lebih Aman dan Nyaman

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT -- Setiap hujan deras turun, kekhawatiran selalu menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jombang 03. Air kerap menggenang di lingkungan sekolah, sementara di dalam gedung, struktur bangunan yang menua perlahan menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Plafon pernah runtuh, cor lantai dua mulai rapuh, bahkan tulangan besi terlihat jelas menjadi pengingat bahwa keselamatan anak-anak sekolah tidak lagi bisa ditawar. Kepala UPTD SDN Jombang 03 Widiastuti mengatakan bahwa kegiatan belajar dengan fasilitas terbatas ini sudah puluhan tahun terjadi, dan semakin memprihatinkan.

Saat itu, bangunan sekolah masih didominasi gedung satu lantai yang berdiri sejak tahun 1975, dengan sejumlah bagian yang sudah mengalami penurunan kualitas struktur. “Beberapa titik bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan saat kursi dibawa ke lantai dua, sering muncul puing-puing yang berjatuhan,” cerita Widi saat dijumpai di lokasi, Rabu (4/2/2026).

Widi menceritakan, sebelumnya posisi lapangan yang sejajar dengan jalan serta sistem drainase yang kurang baik kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras. Bahkan, pernah terjadi insiden plafon runtuh dan struktur bangunan lantai dua yang mulai rapuh, hingga tulangan besi terlihat jelas.

Beberapa bagian bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Saat kursi dibawa ke lantai dua, puing-puing sering berjatuhan. "Jadi meski ada 10 ruang kelas, tapi cuma sembilan yang bisa digunakan untuk belajar, karena satu ruangan udah rapuh sampai harus ditopang tulangan besi dan sudah sering puing-puingnya jatuh," tuturnya.

Di tengah kondisi fisik gedung yang memprihatinkan, sekolah ini juga menghadapi keterbatasan ruang belajar. Dengan 21 rombongan belajar, SDN Jombang 03 hanya memiliki sembilan ruang kelas yang layak digunakan. Situasi itu memaksa kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam tiga sesi setiap hari, dari pagi hingga sore.

Pertimbangan keselamatan dan kebutuhan ruang itulah yang akhirnya mendorong Dinas Pendidikan bersama Dinas Cipta Karya Kota Tangerang Selatan menetapkan SDN Jombang 03 sebagai salah satu sekolah prioritas untuk dibangun ulang.

Bangunan lama pun dirobohkan, dan proses pembangunan gedung baru dimulai sejak akhir Agustus 2025. Selama pembangunan berlangsung, seluruh siswa dan guru harus berpindah sementara ke SDN Jombang 05. Meski harus menumpang dan menyesuaikan jadwal belajar, semangat belajar tetap dijaga agar proses pendidikan tidak terhenti.

Kini, perubahan besar mulai dirasakan. SDN Jombang 03 hadir dengan wajah baru, ada 21 ruang kelas yang memadai, ruang guru yang lebih luas, laboratorium, lapangan olahraga, kamar mandi, perpustakaan, dan sarana prasarana lainnya.

Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan dalam satu sesi, memberi ruang yang lebih manusiawi bagi siswa dan guru. Ia mengaku kebahagiaan dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para guru, siswa, hingga orang tua.

"Kita pengen mempunyai lingkungan belajar yang aman-nyaman, kemudian dengan sarana, prasarana dan fasilitas yang tentunya lebih memadai daripada sebelumnya. Insya Allah antusiasme anak-anak, orang tua, kemudian bapak ibu guru luar biasa dengan dibangunnya gedung baru UPTD SDN Jombang 03 ini," tuturnya.

Atas terwujudnya pembangunan tersebut, keluarga besar UPTD SDN Jombang 03 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, serta seluruh dinas terkait yang telah berperan dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi generasi masa depan. "Insya Allah dengan dibangunnya gedung baru ini, semangat kami lebih semangat lagi luar biasa," ucapnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |