Dietplastik Indonesia Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Jabodetabek

2 hours ago 3

Di tengah krisis pengelolaan sampah yang masih berlangsung di wilayah perkotaan, Dietplastik Indonesia mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah berbasis warga. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah krisis pengelolaan sampah yang masih berlangsung di wilayah perkotaan, Dietplastik Indonesia mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah berbasis warga sebagai bagian dari upaya menekan polusi udara dan emisi iklim.

Pendekatan ini dinilai penting karena persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan dan teknologi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta sistem pendukung yang berkelanjutan.

Dengan dukungan Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB), Dietplastik Indonesia secara resmi meluncurkan proyek FIREFLIES (Fostering Innovation, Research, and Engagement for Fire-Free Living through Inclusive Education and Solutions).

Program ini bertujuan membangun sistem pengawasan dan pelaporan berbasis warga, memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, serta mendorong transformasi norma sosial menuju praktik hidup tanpa pembakaran sampah.

Peluncuran FIREFLIES ditandai melalui acara Kick-Off FIREFLIES di Jakarta yang juga menjadi awal implementasi program di lapangan. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan kementerian dan pemerintah daerah, akademisi, hingga unsur kelurahan dan RW dari lokasi percontohan di Jakarta, Depok, dan Bogor.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat dukungan riset, edukasi, serta inovasi sistemik dalam pelaksanaan FIREFLIES. Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia Tiza Mafira mengatakan praktik pembakaran sampah terbuka yang masih terjadi di masyarakat memberikan kontribusi signifikan terhadap polusi udara di kawasan Jabodetabek.

Ia menyebut praktik tersebut juga menyumbang polutan berumur pendek atau super pollutants yang berdampak pada perubahan iklim.

“FIREFLIES berangkat dari keyakinan bahwa solusi lingkungan yang efektif harus tumbuh dari akar permasalahannya. Kami melakukan pendekatan pada program ini dengan melihat pengukuran kualitas udara, kajian sosial budaya, dan perbaikan infrastruktur pengelolaan sampah,” kata Tiza, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, proyek ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas warga agar mampu mengelola sampahnya sendiri secara tepat, partisipatif, dan berdampak langsung pada kualitas lingkungan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |