Dua anak harimau benggala jantan, Huru dan Hara tengah dijemur untuk mendapatkan asupan sinar matahari di Bandung Zoo atau kebun binatang Bandung, Senin (22/9/2025). Harimau berusia 78 hari ini merupakan hasil perkawinan harimau benggala bernama Jelita dan Shahrukh Khan. Keduanya lahir di tengah polemik Bandung Zoo. Pihaknya tidak menutup pintu bila ada masyarakat yang hendak menjadi orang tua asuh dua anak harimau tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng tim veteriner dan lembaga konservasi satwa Vantara India melakukan pemeriksaan kesehatan satwa dan mengevaluasi kesejahteraan satwa di Kebun Binatang Bandung, Jumat (10/4/2026) dan Sabtu (11/4/2026). Pengecekan ini imbas dari kasus dua ekor anak Harimau Benggala Huru dan Hara mati akibat terpapar virus Panleukopenia.
Pemeriksaan kesehatan dan kesejahteraan satwa dilakukan untuk memastikan kondisi satwa dalam keadaan sehat. Sekaligus evaluasi awal terhadap kesejahteraan satwa.
Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah tahapan mulai dari pendataan inventaris satwa secara komprehensif, screening kesehatan, rapid test penyakit tertentu, vaksinasi. Hingga pemeriksaan parasit dengan mengambil sampling feses satwa.
Kegiatan lainnya mencakup penilaian terhadap fasilitas dan sistem pengelolaan satwa mengacu pada standar internasional yang dikembangkan Southeast Asian Zoos and Aquariums Association (SEAZA) serta organisasi global Wild Welfare. Evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan satwa dan aspek animal welfare di Bandung Zoo.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan keterlibatan mitra internasional seperti Vantara memberikan nilai tambah dalam proses evaluasi kesehatan satwa di Bandung Zoo. Sekaligus membantu dalam pemeriksaan kesehatan satwa dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan sesuai dengan praktik terbaik di tingkat global.
"Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk memastikan satwa di Bandung Zoo mendapatkan perhatian dan penanganan kesehatan yang baik,” ujar Farhan, Jumat (10/4/2026).
Ia mengatakan hasil evaluasi dari kegiatan tersebut akan menjadi salah satu referensi penting dalam upaya pembenahan pengelolaan Bandung Zoo. Sehingga ke depan dapat dikelola dengan standar yang lebih baik khususnya dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan satwa.
Selain itu, upaya peningkatan standar kesehatan satwa dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo dapat terus diperkuat. Sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap komitmen pengelolaan kebun binatang yang lebih baik.

1 day ago
1















































