Pekan ASI Sedunia 2026, SAPA NETRA Hadir Perkuat Hak Ibu Tunanetra untuk Menyusui dengan Mandiri

4 hours ago 4

CANTIKA.COM, Jakarta - Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap 1–7 Agustus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa setiap ibu berhak memperoleh dukungan dalam memberikan ASI kepada buah hatinya, tanpa terkecuali ibu penyandang disabilitas. Namun, bagi perempuan tunanetra di Indonesia, proses menyusui masih dihadapkan pada tantangan yang tidak sederhana, mulai dari terbatasnya akses informasi hingga minimnya media edukasi yang ramah disabilitas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Respati Indonesia (URINDO) bekerja sama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) meluncurkan program SAPA NETRA (Support, Advokasi, dan Pendidikan Aksesibel bagi Ibu Tunanetra dalam Menyusui) pada Jumat, 31 Juli 2026. Peluncuran program ini bertepatan dengan momentum menjelang Pekan ASI Sedunia 2026 yang mengusung semangat memperkuat sistem pendukung menyusui agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menyusui Adalah Hak Setiap Ibu

Meski kampanye menyusui semakin masif, akses terhadap edukasi yang inklusif masih menjadi pekerjaan rumah. Selama ini, sebagian besar informasi mengenai teknik menyusui di fasilitas kesehatan masih disampaikan melalui media visual seperti poster, leaflet, atau video. Kondisi tersebut membuat ibu tunanetra kesulitan memperoleh informasi yang utuh, terlebih belum banyak tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan memberikan panduan menyusui berbasis sentuhan atau rabaan (taktil).

Ketua Tim Pelaksana SAPA NETRA, Kusmayra Ambarwati, M.Kes, menegaskan bahwa keterbatasan penglihatan tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk menjalankan perannya sebagai ibu.

"Menyusui adalah hak dasar setiap ibu dan anak yang wajib dilindungi dan didukung oleh negara maupun masyarakat tanpa diskriminasi. Keterbatasan penglihatan tidak boleh membatasi hak seorang ibu untuk merawat dan memberikan ASI bagi bayinya secara mandiri dan bermartabat," ujarnya melalui siaran pers, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, SAPA NETRA hadir untuk mengubah hambatan akses informasi menjadi gerakan pemberdayaan berbasis komunitas melalui sistem peer counseling atau konseling sebaya. "Ibu tunanetra wajib diberdayakan, bukan diperdayai oleh informasi yang kurang tepat atau promosi susu formula tanpa indikasi medis," tambahnya.

Menghadirkan Edukasi Menyusui yang Lebih Inklusif

Program SAPA NETRA dibangun di atas tiga pilar utama, yakni dukungan (support), advokasi, dan pendidikan aksesibel. Melalui pilar support, program ini membentuk kader Peer Counselor, yaitu konselor yang berasal dari sesama penyandang tunanetra di lingkungan DPC PERTUNI. Kehadiran konselor sebaya diharapkan mampu memberikan pendampingan emosional, psikososial, sekaligus bimbingan teknis mengenai proses menyusui.

Sementara itu, aspek advokasi difokuskan pada upaya memastikan ibu tunanetra memperoleh hak atas layanan kesehatan reproduksi yang inklusif dan bebas diskriminasi, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Adapun pilar pendidikan aksesibel diwujudkan melalui penyediaan berbagai media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang tunanetra. Materinya tersedia dalam bentuk modul audio digital, buku panduan Braille, hingga konseling kit taktil berupa alat peraga anatomi payudara dan teknik pelekatan menyusui yang dapat dipelajari melalui sentuhan.

Perkuat Jejaring Dukungan Selama Pekan ASI Sedunia

Peluncuran SAPA NETRA dihadiri oleh Rektor Universitas Respati Indonesia, jajaran pimpinan kampus, perwakilan DPP PERTUNI, serta dokter spesialis anak sekaligus konsultan laktasi dr. Utami Roesli, IBCLC, FABM, Sp.A.

Program ini akan dijalankan menggunakan metode hybrid, terdiri atas dua sesi daring dan satu workshop luring yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Jakarta.

Melalui skema Training of Trainers (ToT), kader-kader PERTUNI yang telah mendapatkan pelatihan nantinya akan mendampingi ibu-ibu tunanetra di daerah masing-masing. Pendekatan ini diharapkan menciptakan efek berantai sehingga semakin banyak ibu yang memperoleh dukungan menyusui secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan kepercayaan diri ibu tunanetra dalam memberikan ASI, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak serta upaya pencegahan stunting sejak awal kehidupan.

Pekan ASI Sedunia bukan hanya tentang mengajak ibu memberikan ASI eksklusif, tetapi juga memastikan setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan layanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya.

Kehadiran SAPA NETRA menjadi pengingat bahwa sistem pendukung menyusui yang inklusif merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebab, ketika akses dibuat lebih setara, semakin banyak ibu yang dapat menyusui dengan percaya diri, mandiri, dan bermartabat.

Pilihan Editor: Pekan ASI Sedunia, Perhatikan Tips Merawat Pompa ASI

ECKA PRAMITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |