Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan mengidentifikasikan masyarakat yang tidak mampu untuk dibantu Pemprov Jabar dalam membayar PBI JK BPJS.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara terhadap kasus pasien cuci darah dan penyakit lainnya yang tidak bisa berobat karena kartu BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan tanpa pemberitahuan. Dedi akan mengidentifikasi masyarakat yang tidak mampu untuk dibantu Pemprov Jabar.
"Hari ini banyak sekali penderitaan yang dialami mereka yang memiliki penyakit kanker harus kemoterapi, thalasemia harus transfusi darah, gagal ginjal harus cuci darah, mereka menghadapi masalah karena kepesertaannya dicoret oleh Kementerian Sosial sehingga rumah sakit tak mau melayani," ucap dia dikutip Ahad (8/2/2026).
Dengan kondisi itu, ia menyampaikan pemerintah provinsi Jabar segera mengambil langkah untuk mengidentifikasi dan mendata seluruh warga Jabar yang tidak mampu dan memiliki riwayat penyakit di atas. Pemprov Jabar akan membayarkan biaya BPJS kesehatan itu.
"Untuk jaminan kesehatan BPJS-nya dibayarkan oleh Pemprov Jabar," kata dia.
Ia mengatakan semua pihak bersama bergandengan tangan, tidak lupa merawat diri menjaga diri. "Bagi mereka yang mampu mengasuransikan kesehatannya agar saat susah ada jaminan untuk pengobatan," kata dia.
Sebelumnya, Komunitas Pasien Cuci Darah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan penonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI JK untuk pasien cuci darah menghambat mereka untuk berobat. Beberapa diantaranya mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas hingga harus mencari dana pinjaman.
Koordinator Komunitas Pasien Cuci Darah Jawa Barat Rini YS mengatakan jumlah anggota komunitas pasien cuci darah mencapai 150 orang. Terdapat 24 orang diantaranya mengeluhkan kartu BPJS kesehatan PBI dinonaktifkan.
"Kemarin sekitar 24 anggota itu mengeluhkan PBInya diputus," ucap dia dikutip Sabtu (7/2/2026).
Ia mengatakan beberapa pasien sempat mengalami sesak nafas akibat terkendala berobat cuci darah. Rini pun menyarankan agar pasien yang mengalami sesak napas untuk memilih masuk IGD terlebih dahulu.
Selain itu, terdapat anggota yang terpaksa mencari dana pinjaman untuk mengaktifkan dulu ke BPJS Mandiri. "Iya betul (menghambat) malah sudah ada yang sesak. Ada dana dari mana mengaktifkan dulu ke mandiri," kata dia.

7 hours ago
3










































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390116/original/090162600_1761229244-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-02.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)

