Omset Pedagang Timun Suri di Pasar Induk Kramat Jati Melonjak Saat Ramadhan

1 hour ago 2

Selasa 24 Feb 2026 04:00 WIB

Selama Ramadhan permintaan buah timun suri meningkat hingga 50 persen.

Rep: Thoudy Badai/ Red: Edwin Dwi Putranto

Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pedagang buah timun suri melayani pembeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pedagang menimbang buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pedagang buah timun suri melayani pembeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pembeli memilah buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Pedagang menata buah timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026). Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pedagang buah timun suri melayani pembeli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).

Saat bulan Ramadan, penjualan timun suri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen, karena komoditas tersebut digunakan sebagai campuran minuman untuk menu berbuka puasa. Dalam sehari para pedagang menjual sekitar 2-4 ton dengan harga Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram.

sumber : Republika

Berita Lainnya

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |