OJK: Ketidakpastian Global Meningkat, Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh 5,11 Persen

1 week ago 3

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025). M

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi atau Kiki mengatakan dinamika di sektor jasa keuangan Indonesia tidak terlepas dari perkembangan perekonomian global dan domestik. Kiki melihat secara global masih banyak sekali ketidakpastian yang sangat tinggi.

"Downside risk global terus meningkat seiring dengan berlanjutnya fragmentasi geopolitik dan geoekonomi serta meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap potensi pembentukan asset price bubble pada sektor artificial intelligence," ujar Kiki saat webinar bertajuk "Outlook Ekonomi di 2026" di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Kiki menyebut kondisi tersebut mendorong peningkatan volatilitas di pasar keuangan global, memperpanjang fase kebijakan monetar ketat, dan menekan prospek pertumbuhan ekonomi global ke level di bawah rata-rata historis jangka panjang. Namun demikian, Kiki mengatakan kinerja perekonomian Indonesia tetap terjaga dan menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tantangan global tersebut.

"Kita harus bersyukur pertumbuhan ekonomi nasional secara konsisten berada di kisaran lima persen. Sepanjang 2025, perekonomian domestik tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan," ucap Kiky. 

Kiki menyebut capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Pun dengan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen yang menjadikan sebagai salah satu pertumbuhan tertinggi di antara negara-negara anggota G20.

"Sejalan dengan data itu, kita juga melihat data BPS menunjukkan sektor jasa keuangan tumbuh sebesar 7,92 persen secara tahunan pada periode yang sama," lanjut Kiki. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |