Sejumlah umat muslim melakukan aksi solidaritas untuk muslim India di depan Kedutaan Besar India, Jakarta, Jumat (25/2/2022). Aksi sebagai bentuk solidaritas tersebut menentang diskriminasi dan larangan penggunaan jilbab bagi umat Islam di India.Prayogi/Republika.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri India yang dijadwalkan berlangsung dalam kunjungan kenegaraan dalam waktu dekat tidak hanya membahas kerja sama strategis kedua negara, tetapi juga menyinggung persoalan perlindungan hak-hak umat Islam di India.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim menyampaikan apresiasi atas rencana kunjungan balasan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia setelah sebelumnya Presiden RI melakukan lawatan ke India.
Menurut dia, pertemuan kedua pemimpin negara menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus memberikan kontribusi bagi perdamaian kawasan dan dunia.
"Pertemuan PM India dengan Presiden RI tentu dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama strategis untuk kepentingan nasional masing-masing dan juga untuk kemaslahatan dan perdamaian dunia," ujar Sudarnoto dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (3/7/2026).
Ia menilai Indonesia dan India sebagai dua negara besar memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menciptakan ketenteraman, keamanan, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Sudarnoto juga berharap pembicaraan kedua pemimpin memberikan perhatian terhadap penguatan toleransi kehidupan beragama sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi.
Menurut dia, isu yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi sebagian umat Islam di India yang, menurut berbagai laporan, masih menghadapi tindakan diskriminasi dan kekerasan. Ia menyebut laporan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC) turut menyoroti praktik intoleransi terhadap komunitas Muslim di negara tersebut.

1 week ago
33














































