Di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Manado Ciptakan Produk Bernilai Ekonomi

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, Sulawesi Utara, membuktikan bahwa masa pidana bukanlah penghalang untuk terus berkarya. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka berhasil menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, di Manado, Kamis, menyatakan bahwa semangat warga binaan untuk berkarya tidak pernah padam meski berada di balik jeruji. "Warga binaan membuktikan bahwa masa pidana dapat menjadi momentum untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Berbagai produk hasil karya WBP yang dihasilkan melalui kegiatan pembinaan di antaranya adalah kerajinan tangan, meubel, hingga produk kreatif lainnya. Seluruh proses pembinaan dilakukan dengan pendampingan ketat dari petugas dan instruktur untuk memastikan setiap WBP memperoleh bekal keterampilan yang memadai.

Bekal untuk Hidup Mandiri

Krisman menekankan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan fungsi pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan pemberdayaan. "Pembinaan kemandirian bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani pidana, tetapi menjadi sarana membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk hidup mandiri setelah bebas," jelasnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, program kemandirian ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja. Produk-produk yang dihasilkan menjadi bukti bahwa warga binaan memiliki potensi untuk terus berkembang apabila diberikan kesempatan, pembinaan, dan pendampingan yang tepat.

Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Manado merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada reintegrasi sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, produktif, serta siap berkontribusi secara positif.

"Kami akan terus berinovasi menghadirkan program-program pembinaan berkualitas melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan, sehingga proses pembinaan tidak hanya memberikan manfaat selama menjalani masa pidana, tetapi menjadi bekal nyata membangun masa depan yang lebih baik," tutup Krisman Ziliwu.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |