Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut wisatawan Nusantara sebagai kekuatan sektor usaha pariwisata Indonesia.
"Perlu saya tekankan bahwa wisatawan Nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang dikonfirmasi pada Jumat (2/1/2026).
Sebelumnya, Widi mengunjungi Bali untuk meninjau penyelenggaraan pelayanan bagi wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata pada puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dia meninjau alur pelayanan di konter check-in, konter imigrasi, tempat makan dan minum, pusat suvenir, dan kantor bea cukai di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Selama meninjau pelayanan di bandara, dia membagikan cenderamata kepada sejumlah wisatawan serta mendengarkan kesan mereka mengenai pelayanan bandara serta pengalaman berlibur di Bali.
Menteri Pariwisata juga meninjau Posko Terpadu di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai serta menerima paparan mengenai kunjungan wisatawan dan layanan penerbangan.
Mengutip laporan Angkasa Pura Bali dan Pemerintah Provinsi Bali, ia menyampaikan bahwa wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan sudah lebih dari 7,05 juta atau naik 11 persen dari sekitar 6,3 juta kunjungan pada 2024.
"Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali," katanya.
Sedangkan kunjungan wisatawan Nusantara ke Bali, menurut dia, sepanjang tahun 2025 mencapai total 9,28 juta kunjungan atau turun sekitar 700 ribu dibanding pada tahun 2024.
Menurut Menteri Pariwisata, selama libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 wisatawan Nusantara terdistribusi ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Dia berharap target nasional untuk mencapai 1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara selama 2025 bisa terwujud.
sumber : Antara

6 hours ago
2








































