Menhaj Ceritakan Saat Menjadi Jamaah Haji pada 2008, Bersihkan Toilet yang Kotornya Luar Biasa

1 day ago 4

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri) berbincang dengan petugas Haji saat pembukaan pendidikan dan latihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Asrama Haji, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Sebanyak 1.636 PPIH Arab Saudi 2026 mulai menjalani diklat selama 20 hari dengan dibekali berbagai keterampilan mulai dari keahlian administratif hingga bahasa arab guna mengoptimalkan layanan haji 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menceritakan pengalaman pribadinya saat menunaikan haji reguler pada 2008 kepada para calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Ia mengenang momentum krisis air di dekat Jamarat yang memaksanya turun tangan membersihkan toilet umum."Waktu itu air mati berhari-hari. Toilet kotor luar biasa. Saat air menyala tengah malam, saya gelontor satu per satu kloset di satu lantai itu,"kenang Menhaj Irfan Yusuf.

Menhaj menegaskan, kisah itu bukan untuk pamer, melainkan sebagai tamparan keras bagi ego para petugas. Menhaj pun meminta kepada lebih dari 1.600 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah/2026 untuk membuang jauh-jauh rasa jijik atau gengsi saat melayani jamaah. Menhaj menekankan bahwa kepekaan sosial adalah kunci kenyamanan jamaah haji Indonesia.

Selain itu Menhaj menginstruksikan agar kebiasaan tanggap sampah dimulai sejak dari asrama diklat saat ini."Ada sampah, siapapun yang membuang, ambil! Ada kloset kotor, bersihkan! Jangan tanya siapa yang mengotori. Kebiasaan kecil ini akan berdampak besar saat di Saudi nanti," kata dia.

Isu sanitasi di Mina memang menjadi momok tahunan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada musim haji tahun 2024 dan 2025 keluhan mengenai tumpukan sampah dan toilet yang tidak berfungsi sempat viral di media sosial.

Dengan menekankan aspek kebersihan sejak masa pelatihan, penyelenggara haji tahun 2026 tampaknya ingin melakukan pendekatan preventif kultural.

Para petugas, termasuk tim Media Center Haji (MCH) dan tim kesehatan, kini dibebankan tanggung jawab moral tambahan untuk menjadi agen kebersihan di luar tugas pokok mereka demi kenyamanan jamaah haji.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |