REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menonton video pendek seperti Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts telah menjadi kebiasaan pengguna media sosial. Format ini dinilai praktis karena menyajikan video singkat yang mudah diakses, sehingga tanpa disadari membuat pengguna menghabiskan waktu lebih lama di layar ponsel.
Namun di balik itu, menonton video pendek terlalu berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mata dan fungsi kognitif. Menurut dokter spesialis mata, dr Minal Kanhere, kebiasaan ini dapat memengaruhi kemampuan fokus mata dan menyebabkan digital eye strain atau kelelahan mata.
la menjelaskan, menatap layar ponsel dalam jarak dekat dapat menurunkan frekuensi berkedip. Kondisi ini memicu berbagai keluhan seperti mata kering, iritasi, sensasi terbakar, penglihatan kabur, serta sakit kepala
"Layar ponsel yang terang dan biasanya dipakai terlalu dekat wajah tidak baik untuk mata, dan memicu mata kering, iritasi, sensasi terbakar, penglihatan kabur, serta sakit kepala. Efek samping lainnya termasuk postur tubuh yang buruk, nyeri bahu, dengan risiko perkembangan miopia," kata dr Kanhere dilansir laman Hindustan Times, Senin (8/6/2026).
Dokter Kanhere juga menyoroti dampak pada kesehatan mental. la menyebutkan adanya risiko sensory overload akibat paparan warna-warna cerah, gambar hiperrealistis, video hasil Al, gerakan berlebihan, serta efek suara yang intens.
"Otak pada akhirnya menjadi lelah, menyebabkan hilangnya fokus, rentang perhatian yang pendek, merasa gelisah, dan mudah teralihkan," kata dia.
Menurut dr Kanhere, konten video pendek juga memaksa mata dan otak terus menyesuaikan diri dengan rangsangan visual yang cepat, seperti potongan adegan singkat, transisi cepat, gerakan mendadak, dan teks yang muncul di layar. Hal ini dapat memperparah kelelahan visual.
"Akibatnya Anda akan menjadi lebih tidak sabar secara visual, sehingga aktivitas seperti membaca atau belajar terasa lebih berat dan membosankan," kata dia.

1 week ago
17
















































