Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai penawaran suku bunga simpanan yang lebih tinggi oleh bank digital tidak menjadi persoalan selama hal tersebut bukan menjadi tujuan akhir untuk menarik nasabah. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai penawaran suku bunga simpanan yang lebih tinggi oleh bank digital tidak menjadi persoalan selama hal tersebut bukan menjadi tujuan akhir untuk menarik nasabah.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan bank digital memiliki karakteristik berbeda dengan bank umum lainnya, termasuk dari sisi biaya operasional yang relatif lebih rendah. “Bank digital itu punya karakteristik yang berbeda ya, dengan bank umum yang lainnya. Karena bank digital itu cost-nya murah,” kata Anggito dalam konferensi pers Lampung Financial Festival (Lampung Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026) malam.
Menurut dia, bank digital yang masih dalam tahap pengembangan cenderung menawarkan bunga lebih tinggi dibandingkan bank lain untuk menarik masyarakat menyimpan dana. “Tapi sekarang memang membutuhkan semacam pancingan ya. Pancing supaya orang mau menyimpan uang di bank digital,” ujarnya.
Anggito menilai kondisi tersebut masih wajar selama penawaran bunga tinggi hanya menjadi bagian dari proses transisi untuk memperluas basis nasabah. “Nggak apa-apa selama itu bukan tujuan akhir ya. Karena itu kan transisi ya,” kata dia.
Dia memperkirakan ketika bank digital semakin berkembang dan jumlahnya semakin banyak, tingkat persaingan akan meningkat sehingga suku bunga yang ditawarkan dapat kembali turun. “Kalau bank digital sudah merata, sudah banyak, ya barangkali suku bunga akan turun,” ujar Anggito.
Menurut Anggito, penawaran bunga yang lebih tinggi saat ini dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong masyarakat mulai menggunakan dan menyimpan dana pada bank digital.
Namun, dia menekankan bunga tinggi seharusnya tidak menjadi satu-satunya alasan masyarakat memilih bank digital.

1 hour ago
3















































