Look Boneka Barbie dengan Autis, Dilengkapi Pakaian yang Peka Sensori

2 hours ago 3

Barbie meluncurkan boneka baru lagi. Boneka Barbie pertama yang mengidap autisme kini tersedia sebagai bagian dari lini Fashionistas inklusif Mattel yang menampilkan beragam warna kulit, tekstur rambut, tipe tubuh, serta berbagai kondisi medis dan disabilitas. 

Produsen mainan tersebut bermitra dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN), sebuah organisasi nirlaba hak-hak penyandang disabilitas yang dijalankan oleh dan untuk orang-orang dengan autisme yang memperjuangkan hak-hak komunitas autisme.

Melalui pilihan desain, boneka ini diciptakan untuk mencerminkan beberapa pengalaman individu dalam spektrum autisme. Tubuhnya memiliki artikulasi siku dan pergelangan tangan, memungkinkan gerakan berulang, mengepakkan tangan, dan gerakan tangan lainnya yang digunakan beberapa anggota komunitas autis untuk memproses informasi sensorik atau mengekspresikan kegembiraan.

Mata boneka itu dirancang agar sedikit bergeser ke satu sisi, mencerminkan bagaimana beberapa anggota komunitas mungkin menghindari kontak mata langsung.

Aksesori Barbie juga diciptakan dengan tujuan tertentu. Dia memiliki mainan pemutar jari berwarna merah muda, yang melambangkan saluran sensorik yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus. Headphone (berwarna merah muda Barbie, tentu saja) diletakkan di kepalanya, berfungsi ganda sebagai aksesori fashion dan metode untuk mengurangi kelebihan rangsangan sensorik.

Boneka yang dijual seharga $11,87 atau sekitar Rp 200 ribu ini juga memegang tablet berwarna merah muda yang menampilkan aplikasi Komunikasi Augmentatif dan Alternatif (AAC) berbasis simbol di layarnya, yang berfungsi sebagai alat bantu dalam komunikasi sehari-hari.

Pakaiannya juga ramah bagi indra. Dia mengenakan gaun bergaris ungu longgar yang mengurangi kontak kain dengan kulit, serta sepatu datar untuk meningkatkan stabilitas dan kemudahan bergerak.

“Sebagai anggota komunitas autis yang bangga, tim ASAN kami sangat senang dapat membantu menciptakan boneka Barbie autis pertama,” kata Colin Killick, direktur eksekutif ASAN, dalam siaran pers. “Sangat penting bagi anak-anak autis untuk melihat representasi diri mereka yang autentik dan penuh sukacita, dan itulah tepatnya yang diwujudkan oleh boneka ini.”

Barbie juga bekerja sama dengan para pendukung komunitas autis, termasuk duo ibu-anak Precious dan Mikko Mirage, Madison Marilla dari serial Netflix  Love on the Spectrum, serta perancang busana dan seniman visual Aarushi Pratap.

Kelompok tersebut muncul dalam sebuah video yang dibagikan ke saluran YouTube Mattel , yang merekam pengalaman pribadi mereka dengan autisme serta reaksi mereka saat melihat boneka Barbie.

Untuk merayakan peluncurannya, Barbie akan menyumbangkan lebih dari 1.000 boneka Barbie baru ke rumah sakit anak terkemuka yang menyediakan layanan khusus untuk anak-anak dengan spektrum autisme, termasuk Children's National Hospital di Washington, DC, Children's Hospital Los Angeles (CHLA), dan Rady Children's Hospital Orange County.

PEOPLE 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |