Pemapasan lahan di lereng Gunung Pasarean, Kabupaten Bandung Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Warga Kampung Cilutung, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat resah dengan aktivitas pemapasan lereng Gunung Pasarean. Aktivitas dari alat berat tersebut dikhawatirkan bisa memicu risiko longsor yang dapat mengancam permukiman hingga fasilitas pendidikan di sekitarnya.
Pemapasan lahan di lereng itu viral di media sosial. Berdasarkan pantauan di lokasi, area lereng dengan luas lebih dari 500 meter persegi berada dekat pemukiman warga. Sebuah eksavator terlihat melakukan pekerjaan cut and fill untuk membentuk akses jalan serta terasering berundak di kawasan yang berada di bagian hulu. Sementara itu, ratusan rumah warga berada tepat di bawah lokasi proyek tersebut.
"Lokasinya berada di atas kampung. Di bawahnya ada banyak rumah warga, bahkan yang paling dekat ada bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan tempat ibadah. Kami khawatir kalau hujan deras terjadi longsor," tutur Ade Komarudin (55), salah seorang warga, Jumat (3/7/2026).
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengevaluasi aktivitas yang sedang berlangsung, termasuk meninjau perizinannya. Dia menegaskan, sejak awal warga tidak sepakat dengan adanya aktivitas tersebut."Saya berharap pemerintah mempertimbangkan kembali izin proyek ini. Jangan sampai nanti terjadi bencana baru bertindak," kata dia.
Hal serupa disampaikan Asep (35), warga lainnya. Dia mengaku sempat mendapat informasi bahwa pembukaan lahan itu diperuntukkan bagi pengembangan lahan pertanian. Namun, menurutnya, penggunaan alat berat untuk membuka kawasan dalam skala besar justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
"Katanya untuk lahan pertanian, tapi kami heran kenapa sampai harus memapas bukit menggunakan alat berat dan membuka lahan seluas ini," kata dia.

1 week ago
23














































