La Ode Safiul Akbar Siap Maju Pimpin Kosgoro 1957, Usung Regenerasi dan Kebangkitan Organisasi

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Calon Ketua Umum Kosgoro 1957, La Ode Safiul Akbar menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957 pada Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957. Ia menegaskan momentum Mubes harus menjadi titik awal kebangkitan organisasi untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi Kosgoro bagi masyarakat dan bangsa.

"Kita tidak boleh hanya bernostalgia pada kebesaran sejarah Kosgoro. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menjadikan warisan besar itu sebagai energi untuk membangun organisasi yang lebih modern, lebih kuat, dan lebih relevan bagi generasi masa depan," kata La Ode dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, Kosgoro 1957 memiliki modal sejarah, jaringan, dan sumber daya kader yang besar. Namun, potensi tersebut harus dioptimalkan melalui transformasi organisasi yang berorientasi pada kaderisasi, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan penguatan peran generasi muda.

"Kosgoro harus kembali menjadi kawah candradimuka kader bangsa. Kita membutuhkan organisasi yang tidak hanya melahirkan politisi, tetapi juga pemimpin masyarakat, pengusaha, profesional, akademisi, dan tokoh-tokoh perubahan yang memberi manfaat nyata bagi Indonesia," ujarnya.

La Ode menilai regenerasi kepemimpinan merupakan kebutuhan organisasi yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, Kosgoro membutuhkan energi baru yang tetap menghormati tradisi dan nilai-nilai perjuangan para pendiri organisasi.

"Regenerasi bukan berarti meninggalkan para senior. Justru regenerasi adalah cara kita menjaga agar cita-cita para pendiri tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kita ingin membangun jembatan antara pengalaman para senior dan kreativitas generasi muda," katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat peran Kosgoro dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan daerah.

"Saya meyakini masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan dari Jakarta. Karena itu, Kosgoro harus hadir sampai ke daerah-daerah, mendampingi UMKM, memperkuat koperasi, dan menciptakan ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berkarya," ujar La Ode.

Dia menegaskan bahwa kontestasi dalam Mubes harus dimaknai sebagai ruang demokrasi yang sehat untuk memperkuat organisasi, bukan ajang perpecahan.

"Mubes bukan soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setelah Mubes, Kosgoro menjadi semakin solid, semakin besar, dan semakin berpengaruh dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," katanya.

La Ode berharap Mubes V Kosgoro 1957 dapat melahirkan arah baru organisasi yang mampu menjawab tantangan nasional dan global sekaligus memperkuat posisi Kosgoro sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan Indonesia.

"Saya maju dengan semangat pengabdian, bukan sekadar ambisi. Jika diberikan amanah, saya ingin membawa Kosgoro menjadi organisasi yang progresif, inklusif, dan menjadi rumah besar bagi seluruh kader yang ingin berjuang untuk rakyat, bangsa, dan negara," ujar La Ode.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |