REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang pada tahun ini mulai memicu kekeringan di berbagai daerah. Sejumlah wilayah di Pulau Jawa telah mengalami krisis air bersih, sementara pemerintah daerah bersama BPBD terus menyalurkan bantuan air kepada masyarakat terdampak.
BMKG juga memperingatkan bahwa pengaruh El Nino berpotensi membuat musim kemarau 2026 lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Curah hujan diperkirakan berada di bawah rata-rata di banyak wilayah Indonesia sehingga risiko kekeringan dan kebakaran hutan meningkat hingga akhir tahun, bahkan sebagian dampaknya dapat berlanjut ke awal 2027.
Dalam kondisi seperti ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan ikhtiar, salah satunya dengan melaksanakan shalat istisqa, yakni sholat sunnah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.
Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, KH. Arwani Faishol menjelaskan, sholat istisqa dianjurkan ketika suatu daerah mengalami kekeringan berkepanjangan, sumber-sumber air mengering, tanaman rusak, atau masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air.
Pelaksanaan sholat ini tidak harus menunggu bencana semakin parah, tetapi dianjurkan ketika kebutuhan akan turunnya hujan sudah dirasakan masyarakat.
"Sholat Istisqa tidak semata-mata persoalan kebutuhan air untuk kebutuhan manusia. Tapi istisqa' juga berfungsi untuk menolak mafsadah akibat tidak adanya hujan. Dengan tidak adanya hujan, kondisi tanah tentu akan beda kan," ujar Kiai Arwani saat berbincang dengan Republika.co.id di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Al-istisqa' ialah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama fikih mendefinisikan sholat Istisqa sebagai sholat Sunnah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.
"Dengan turunnya hujan ada air kebutuhan manusia. Tapi bisa juga dengan turunnya hujan ini bisa menghindari tersebarnya penyakit akibat panas. Jadi saya memandang sholat istisqa tetap urgen," ucap Kiai Arwani.
Dasar pensyariatan sholat istisqa berasal dari sunnah Nabi Muhammad SAW. Sholat istisqa dilaksanakan dua rakaat di tanah lapang, tanpa azan maupun iqamah. Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah yang berisi ajakan untuk bertakwa, memperbanyak istighfar, dan memohon hujan. Di akhir khutbah, imam dan jamaah memperbanyak doa dengan penuh kerendahan hati.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, Rasulullah SAW bahkan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi saat berdoa serta membalikkan posisi selendangnya sebagai simbol harapan berubahnya keadaan dari kekeringan menjadi turunnya rahmat Allah berupa hujan.
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra disebutkan:
خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن
Artinya: "Nabi Muhammad SAW keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau sholat dua rakaat bersama kita tanpa azdan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya." (HR Imam Ahmad).
Sebelum melaksanakan sholat istisqa, para ulama menganjurkan masyarakat memperbanyak istighfar, bertaubat dari dosa, mengembalikan hak orang lain jika ada yang terzalimi, memperbanyak sedekah, serta berpuasa jika memungkinkan. Tujuannya agar doa yang dipanjatkan semakin diijabah oleh Allah SWT.
Para ulama mengingatkan bahwa sholat istisqa bukan sekadar ritual meminta hujan. Ibadah ini merupakan momentum muhasabah agar manusia menyadari keterbatasannya di hadapan Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama dan menjaga kelestarian lingkungan.
Di tengah ancaman kemarau panjang, ikhtiar spiritual melalui sholat istisqa juga perlu dibarengi dengan langkah nyata seperti menghemat penggunaan air, menjaga sumber mata air, serta mendukung upaya mitigasi kekeringan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat.

5 hours ago
1














































