REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) 2026 kembali hadir sebagai ruang intelektual nasional yang mempertemukan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung pada 16-19 Mei 2026 di Gedung Andi Hakim Nasution (AHN) dan Gedung Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Dramaga, Bogor.
Mengusung tema “Menggugat Prioritas APBN: Kualitas dan Akses Pendidikan di Tengah Efisiensi”, FMEI 2026 hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap arah kebijakan negara, khususnya dalam sektor pendidikan.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, mahasiswa ekonomi menilai kualitas pendidikan dan pemerataan akses tetap harus menjadi prioritas utama pembangunan nasional.
FMEI bukan sekadar forum diskusi biasa. Kegiatan ini juga merupakan organisasi nasional yang menghimpun Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dari berbagai kampus di Indonesia.
Forum ini didirikan tujuh universitas pelopor, yakni IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Andalas.
Seiring waktu, FMEI berkembang menjadi wadah kolaborasi mahasiswa ekonomi berskala nasional. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun perspektif kritis terhadap isu ekonomi Indonesia.
Selain menjadi tempat bertukar gagasan, FMEI juga bertujuan memperkuat jaringan antar kampus, meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa, serta menghasilkan rekomendasi strategis yang relevan dengan kondisi ekonomi nasional saat ini.
Peserta FMEI 2026 diperkirakan berasal dari 19 perguruan tinggi yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI) dari berbagai daerah di Indonesia.
Kampus yang terlibat meliputi IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Telkom University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Tidar, Universitas Mulawarman, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Jenderal Achmad Yani, dan Universitas Kristen Satya Wacana.
Kehadiran delegasi dari berbagai wilayah tersebut menjadikan FMEI 2026 sebagai forum nasional yang merepresentasikan perspektif mahasiswa ekonomi dalam merespons berbagai isu strategis dan persoalan nasional.
Menurut keteranagan yang diterima Jumat (15/5/2026), selama empat hari pelaksanaan, FMEI 2026 akan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari opening ceremony, talkshow ekonomi, musyawarah besar organisasi, forum diskusi kecil, kegiatan interaktif seperti Field Trip Challenge hingga acara puncaknya kegiatan Rencana Tibdak Lanjut (RTL).
Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat wawasan akademik, tetapi juga membangun relasi dan solidaritas antarmahasiswa ekonomi dari seluruh Indonesia.
Narasumber dalam forum ini Wakil Menteri Keuangan, Dr Juda Agung, Ph.D. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan wawasan yang komprehensif terkait tantangan perekonomian nasional serta arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.
FMEI 2026 diselenggarakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University dengan Sasi Puspita Ningrum sebagai Ketua Pelaksana. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak fakultas yang diwakili Dr Wita Juwita Ermawati, S.TP, MM selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni.
Selain menjadi ajang intelektual, FMEI 2026 turut menggandeng media partner untuk memperluas eksposur kegiatan kepada masyarakat. Publikasi akan dilakukan melalui press release, laporan kegiatan, dan feature story yang mengangkat pengalaman serta dampak forum terhadap peserta dan isu ekonomi nasional.
Melalui FMEI 2026, mahasiswa ekonomi Indonesia menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Forum ini menjadi simbol kolaborasi, keberanian berpikir kritis, dan komitmen mahasiswa dalam mengawal masa depan ekonomi Indonesia.

1 hour ago
3














































