Kiai Gontor Prof Amal Fathullah Wafat, Rektor UIN Jakarta: Kehilangan Besar Dunia Pendidikan Islam

20 hours ago 3

KH Prof.Dr.Amal Fathullah Zarkasyi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Prof. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi pada 3 Januari 2026 di Solo, Jawa Tengah. Prof Amal dikenal sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus Guru Besar pertama Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor).

Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar menyatakan wafatnya almarhum merupakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam dan kebangsaan.

“Atas nama pribadi, keluarga besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta umat Islam di tanah air, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya beliau. Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi adalah sosok ulama, pendidik, dan pemimpin pesantren yang konsisten menegakkan tradisi keilmuan dan akhlak,” ujar Prof Asep dalam keterangannya pada Sabtu (3/1/2026).

Prof Asep menegaskan Prof Amal telah mengabdikan hidupnya untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Keilmuannya tidak hanya melintasi ranah pesantren dan perguruan tinggi, tetapi juga berdampak pada kebijakan pendidikan nasional.

Semasa hidup, Prof Amal aktif memperjuangkan pengakuan formal terhadap pendidikan pesantren, termasuk penguatan satuan pendidikan muadalah dan dukungan terhadap terbitnya Undang-Undang Pesantren yang memberikan pijakan hukum kuat bagi keberlanjutan lembaga-lembaga pesantren di Indonesia.

"Beliau adalah teladan kesederhanaan, keikhlasan, dan keteguhan dalam memperjuangkan pendidikan Islam yang moderat dan berkemajuan. Kiprah beliau dalam memperteguh posisi pesantren secara kelembagaan dan akademik akan terus menjadi legacy yang tak ternilai harganya,” ujar Prof Asep yang juga sebagai alumnus Gontor.

UIN Jakarta mengapresiasi peran almarhum yang tidak hanya menguatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi figur jembatan antara tradisi pesantren dan dinamika pendidikan tinggi modern. Kontribusi Prof Amal dipandang sangat strategis dalam membumikan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif, serta dalam memajukan dialog antar-ilmuan.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala kekhilafan, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga dan segenap civitas akademika Pondok Modern Darussalam Gontor diberi ketabahan dan kekuatan,” ucap Prof Asep.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |