Keterbatasan Lahan Jadi Peluang, Solo Dorong Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota Solo atau Surakarta mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dan keterbatasan lingkungan perkotaan. Strategi tersebut dilakukan melalui penataan kawasan, pengembangan wisata halal dan wellness, serta pemanfaatan lahan kota secara kreatif.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengatakan, keterbatasan lahan di Kota Solo harus diubah menjadi peluang untuk menciptakan inovasi baru. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penataan makam secara vertikal atau makam susun, sehingga lahan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Karena keterbatasan itu akan menjadi kreativitas. Kalau makam-makam ini sudah tua, ke depan bisa kita transformasi menjadi taman kota maupun kawasan urban farming,” ujar Respati ditemui di Solo, Senin (21/9/2026) lalu.

Menurut dia, kawasan yang sebelumnya digunakan sebagai makam dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau dan lokasi kegiatan pertanian perkotaan apabila sudah tidak lagi digunakan. Program tersebut dapat dikombinasikan dengan berbagai kegiatan berbasis lingkungan, seperti penanaman, hidroponik, dan bioflok.

Pemanfaatan ruang secara berkelanjutan juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan ekonomi kreatif di Kota Solo. Pemerintah menyiapkan sejumlah kawasan yang memiliki karakter dan potensi berbeda, termasuk Kemlayan, Kauman, dan Keprabon. Kawasan-kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM sekaligus mendukung pariwisata yang berbasis budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Peluang wisata halal dan wellness

Respati menyebut wisata halal dan wellness memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Kota Solo. Selain kuliner dan batik, wisatawan perlu ditawarkan pengalaman yang dapat membuat mereka tinggal lebih lama, seperti layanan spa, perawatan kesehatan, makanan sehat, serta berbagai aktivitas yang mendukung gaya hidup berkelanjutan.

“Untuk membuat wisatawan lebih lama tinggal di Kota Solo, salah satu peluangnya adalah spa dan wellness, termasuk layanan kesehatan premium dan healthy food,” katanya.

Konsep ekonomi berkelanjutan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai produk UMKM. Pemerintah mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi juga meningkatkan kualitas, desain, kemasan, dan cerita di balik produk.

Respati menjelaskan, produk yang sederhana dapat memiliki nilai jual lebih tinggi apabila diolah dan dikemas secara kreatif. Ia mencontohkan produk makanan sehat, kopi, batik tulis, essential oil, diffuser, hingga produk audio buatan pelaku usaha lokal.

“Mulailah berani menjual dengan harga lebih tinggi melalui peningkatan kualitas. Sesuatu yang biasa, ketika dinarasikan dan dikemas dengan menarik, bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun ekonomi lokal yang lebih tahan terhadap perubahan. Pelaku UMKM tidak hanya didorong untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mengembangkan keahlian, menggunakan bahan secara efisien, dan menciptakan produk dengan nilai tambah.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |