Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati layar yang menampilkan citra satelit cuaca wilayah Indonesia di Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain. Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA — Wilayah Ciayumajakuning mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai selama fase pancaroba.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Muhammad Syifaul Fuad mengatakan, karakter cuaca pada masa ini cenderung tidak stabil dengan perubahan yang cepat dalam satu hari.
“Pagi-siang cukup terik, sore–malam-dini hari masih ada potensi hujan sedang-lebat dengan durasi singkat. Bisa disertai angin kencang dan petir, puting beliung, dan hujan es,” kata Fuad, Rabu (8/4/2026).
Fuad menjelaskan, musim kemarau di wilayah Ciayumajakuning diprakirakan mulai April dasarian III hingga Mei dasarian II, lebih maju dari pola normal. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
Ia menambahkan, musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan lebih panjang karena dipengaruhi fenomena El Nino lemah hingga sedang yang identik dengan penurunan curah hujan. “Elnino identik dengan berkurangnya curah hujan di Indonesia,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, termasuk menghemat dan menampung air selama hujan masih terjadi. “Hemat air dari sekarang,” kata Fuad.
Selain itu, masyarakat diminta mengelola stok pangan rumah tangga, menyiapkan masker untuk menghadapi potensi polusi asap, serta menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi.
BMKG juga mengingatkan risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat selama kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.

6 days ago
6















































