Kebohongan Presiden AS untuk Menyerang Iran Terbongkar

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pubik Amerika Serikat terbelah. Alasan AS untuk menyerang Iran dipertanyakan. Apakah serangan itu hanya karena 'menuruti' kemauan Israel? Atau memang operasi militer tersebut adalah hak bela diri AS terhadap kemungkinan serangan dari Teheran.

Menengok pernyataan dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Paman Sam itu sebenarnya sadar bahwa Israel akan melancarkan serangan terlebih dahulu ke Iran. Jadi, bukan AS yang secara langsung terancam oleh Iran.

"Kami tahu akan ada aksi (serangan) Israel," katanya kepada wartawan pada Senin.

"Kami tahu bahwa itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban yang lebih besar."

Pernyataan Rubio ini menimbulkan spekulasi besar bahwa memang sebenarnya memang tidak ada ancaman Iran terhadap AS. Fakta yang ada adalah Israel merasa terancam oleh Iran dan minta bantuan Amerika Serikat.

Penjelasan Rubio menunjukkan bahwa sebenarnya memang tidak ada alasan bagi AS untuk menjustifikasi perang terhadap Iran lantaran memang tak ada ancaman langsung buat Paman Sam. 

“Tidak ada ancaman langsung terhadap Amerika Serikat dari Iran,” kata Mark Warner, politikus Demokrat di komite intelijen Senat, yang telah menerima pengarahan rahasia dari Rubio.

“Yang ada adalah ancaman terhadap Israel," katanya menekankan.

Menurutnya, jika pemerintah menyamakan ancaman terhadap Israel dengan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat, maka AS berada di ranah perkara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kita harus mengadakan debat di Senat Amerika Serikat mengenai otorisasi penggunaan kekuatan militer,” kata Chris Murphy, seorang senator Demokrat, pada Selasa malam setelah ia dan anggota parlemen lainnya menerima pengarahan rahasia dari Rubio dan pejabat tinggi pemerintahan lainnya.

Ia menyatakan anggota Kongres seharusnya tidak memberikan suara untuk melanjutkan operasi militer ini. Dewan tidak bisa menjustifikasinya ke dalam sebuah rancangan undang-undang sampai ada berdebat tentang perang yang sangat tidak populer, tidak bermoral, dan ilegal dengan Iran ini.

Donald Trump berupaya melurukan pernyataan Rubio. Ia menangkal gelombang protes anti-Israel yang memanas di Kongres, termasuk di antara pendukungnya sendiri, MAGA. Trump menyangkal anggapan bahwa ia dipaksa untuk menyerang Iran karena Israel telah memutuskan untuk melakukannya terlebih dahulu.

Ketika ditanya apakah Israel telah mendorongnya untuk melancarkan aksi militer, Trump mengatakan kepada wartawan, “Tidak. Mungkin saya telah memaksa mereka."

“Kami sedang bernegosiasi dengan orang-orang gila ini, dan menurut pendapat saya, mereka akan menyerang lebih dulu. Mereka akan menyerang. Jika kami tidak melakukannya, mereka akan menyerang lebih dulu. Saya sangat yakin akan hal itu.”

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |