JASA Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad melakukan pemeliharaan jalan di sejumlah titik jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi selama sepekan ke depan. Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agus Susilo, menyatakan pemeliharaan jalan tersebut untuk menjaga keandalan infrastruktur serta meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jalan.
Perbaikan jalan juga merupakan bagian dari program pemeliharaan berkala yang dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap optimal serta mendukung pemenuhan standar pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menilai perbaikan di Tol Cipularang dan Padaleunyi sebagai bentuk komitmen Jasa Marga dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan tol agar tetap andal, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan. Untuk jenis pemeliharaan jalan di Tol Cipularang dan Padaleunyi ialah pekerjaan rekonstruksi perkerasan serta scrapping, filling and overlay.
Kegiatan pemeliharaan di ruas jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi berlangsung mulai 7-13 Juni 2026. Di ruas jalan Tol Cipularang, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilaksanakan di jalur arah Jakarta, tepatnya di Lajur 1, KM 102+964 sampai KM 71+227.
Sedangkan di ruas Tol Cipularang arah Bandung, pekerjaan rekonstruksi perkerasan dilaksanakan di Lajur Bahu Luar KM 68+149 sampai KM 68+210, Lajur 2 KM 76+925 sampai KM 77+083, serta di Lajur 1 KM 90+285 sampai KM 90+400.
Untuk kegiatan pekerjaan rekonstruksi perkerasan di ruas Tol Padaleunyi, di jalur arah Cileunyi digelar di Lajur 3, Off Ramp Cileunyi. Kemudian di arah Padalarang, pekerjaan rekonstruksi perkerasan digelar di sejumlah titik.
Seperti dikutip dari Antara, Agus Susilo menyampaikan selama pekerjaan berlangsung, Jasa Marga telah menyiapkan pengamanan area kerja, pengaturan lalu lintas, serta penempatan rambu-rambu sesuai standar guna mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut dia, lajur yang menjadi objek pekerjaan untuk sementara tidak dapat dilintasi selama pekerjaan berlangsung, tapi lajur lainnya dapat digunakan sebagai lajur lalu lintas. Jasa Marga meminta kepada pengguna jalan agar berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

















































