REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE JAYA -- Hantaman banjir turut meluluhlantakkan bangunan sekolah di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Selain memutus sejumlah akses dan mengisolasi beberapa wilayah, dampaknya juga mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan seperti bangunan sekolah rusak. Lumpur memadati setiap ruang kelas dan halaman sekolah.
Dengan demikian, perlu penanganan dan perbaikan untuk kembali dapat berfungsi menjaga asa pendidikan anak-anak penyintas bencana. Maka, di masa pemulihan kali ini, Dompet Dhuafa menargetkan renovasi sejumlah sekolah terdampak banjir dan menghadirkan puluhan sekolah darurat di tiga provinsi.
Mengawali semester baru di 2026, pada Senin 12 Januari 2026, pagi, Dompet Dhuafa menyalurkan kebaikan donaturnya dengan merenovasi SD Negeri 03 Meureudu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4, Meurah Dua, Pidi Jaya, Aceh.
Pembersihan area sekolah dari lumpur sisa banjir, perbaikan sejumlah bagian yang rusak hingga pengecatan dinding sekolah telah rampung dikerjakan Dompet Dhuafa melalui DD Konstruksi.
Pada kunjungan sore (12/1/2026) ke pembangunan sekolah darurat di MIN 1 Pidie Jaya, Prof Dr Abu Rohmad, SAg, MAg, Dirjen Bimas Islam Kemenag mengapresiasi kinerja Dompet Dhuafa dalam pemulihan di bidang pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dompet Dhuafa atas bantuan pembangunan sekolah darurat di MIN 1 Pidie Jaya. Bantuan ini sangat berarti dalam memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan pascabencana. Kami berharap dukungan serupa juga dapat menjangkau sekolah-sekolah lain yang terdampak dengan kerusakan berat, serta membantu pemenuhan sarana pendidikan bagi para siswa,” katanya.
Sebelumnya Herdiansah, Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa meresmikan kembali aktifnya SD Negeri 03 Meureudu."Alhamdulillah hari ini dapat kita saksikan bersama, kembali aktifnya SD Negeri 03 Meureudu, di Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh,’’ katanya dalam keterangan Selasa (13/1/2026).
Senang, kata dia, melihat anak-anak kembali bersekolah setelah selesai perbaikan gedung sekolahnya. Semoga ini dapat menjadi penjaga asa bagi pendidikan anak-anak di sini.
‘’Ini menjadi awalan, insya Allah akan ada beberapa perbaikan sekolah di wilayah lain dan kami juga akan menghadirkan puluhan sekolah darurat di wilayah terdampak banjir di tiga provinsi di Sumatra ini,’’ katanya menegaskan.
Di waktu yang sama Sekda Pidie Jaya, Dr Munawar Ibrahim, S.Kp, MPH menyatakan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dompet Dhuafa atas bantuan dan kepeduliannya dalam renovasi SDN 3 Meureudu pascabanjir.
Semoga dengan perbaikan sekolah dan bantuan alat sekolah ini, anak-anak semakin semangat belajar. Kami berharap dukungan serupa berlanjut bagi sekolah lain yang rusak parah akibat banjir, seperti MIN 1 Pidie Jaya, MIN 4 Pidie Jaya, dan SMPN 1 Pidie Jaya.”
Pada peresmian atas renovasi sekolah, Dompet Dhuafa juga membagikan paket school kit amanah dari para donatur. Sehingga, peralatan tulis dan kebutuhan pendukung sekolah bagi anak-anak penyintas dapat terakomodir.
Berdasarkan pantauan dari tim Respon Darurat Pendidikan (RDP) Dompet Dhuafa ada lebih dari 2.300 siswa terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra.
Sejak diterjunkan pada Desember lalu, tim RDP Dompet Dhuafa melibatkan 234 relawan, dan sudah mengintervensi 23 sekolah, membantu 209 guru, serta 2.341 siswa.
Menilik data yang bersumber BNPB 12 Januari 2026, di Provinsi Aceh terdapat kerusakan di fasilitas pendidikan 1.312 buah, di Provinsi Sumatra Utara terdapat 1.217 fasilitas pendidikan rusak dan Sumatra Barat terdapat 659 fasilitas pendidikan yang rusak.
Selain fasilitas pendidikan, Dompet Dhuafa juga membangun asa dengan membangun rumah sementara bagi penyintas yang terdampak.
Di sisi lain Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, turut mengapresiasi kinerja Dompet Dhuafa pascabencana yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
“Saya mengapresiasi Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh Tengah dalam menghadirkan Rumah Hunian Sementara bagi masyarakat. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan untuk mempercepat pemulihan dan menjaga harapan masyarakat.”

2 days ago
8
















































