Para pengunjuk rasa berbaris di pusat kota Teheran, Iran, Senin, 29 Desember 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Demonstrasi meletus di Teheran dan beberapa kota besar di Iran sejak 28 Desember 2025. Aksi massa ini menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir menyusul jatuhnya nilai mata uang rial terhadap dolar AS ke titik terendah.
Kondisi ekonomi Iran semakin sulit akibat inflasi yang meningkat, ambruknya nilai tukar rial, stagnasi pertumbuhan PDB, serta arus pelarian modal yang dipicu oleh sanksi Amerika Serikat. Unjuk rasa yang dilaporkan telah memakan korban jiwa setidak lima orang meninggal dunia itu ikut memicu pengunduran diri gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad Reza Farzin.
Selain dipicu faktor memburuknya ekonomi dalam negeri, eskalasi demo diduga juga melibatkan aktor luar negeri, yakni Israel yang pada Juni lalu melancarkan serangan yang memicu perang 12 hari. Pada Senin (29/12/2025), badan intelijen Mossad bahkan secara terang-terangan mendukung dan siap turun ke jalan bersama rakyat Iran melawan rezim yang dipimpin Ayatollah Ali Khamenei.
"Pergi ke jalan bersama. Waktunya telah tiba," tulis Mossad dalam unggahan di X dengan bahasa Farsi yang dikutip Radio Militer Israel dilansir TRT News, Kamis (1/1/2026).
"Kami bersama Anda. Tidak hanya dari jarak jauh atau secara verbal. Kami bersama Anda di lapangan," ujar Mossad menambahkan.
Tidak jelas apakah pernyataan Mossad itu menyingkap keyakinan Tel Aviv bahwa demonstrasi saat ini akan berujung pada pemakzulan rezim Republik Islam. Atau, unggahan di X itu sekadar bagian dari sebuah perang psikologis jangka panjang.
Menurut laporan Jerusalem Post, unggahan itu sebagai pengakuan yang jarang dilakukan oleh Mossad terkait operasi di Iran yang tengah berjalan. Diketahui pada Juni lalu, Mossad melibatkan ratusan agennya dalam perang 12 hari.
Saat perang berlangsung, Direktur Mossad David Barnea merilis sebuah pernyataan yang jarang dilakukannya, terkait operasi di Teheran. Secara terbuka, Bernea mengatakan, "kami akan terus ada di sana, seperti sebelumnya pernah ada di sana."

3 hours ago
1















































