Kerabat menangis di dekat peti jenazah Bripda Natanael Simanungkalit, di dalam mobil ambulans saat akan diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026). Bidpropam Polda Kepulauan Riau telah mengamankan delapan anggota Direktorat Samapta untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bripda Natanael Simanungkalit. (FOTO : ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah Bripda Natanael Simanungkalit menuju mobil ambulans untuk dipulangkan, di depan Ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026). Bidpropam Polda Kepulauan Riau telah mengamankan delapan anggota Direktorat Samapta untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bripda Natanael Simanungkalit. (FOTO : ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
Petugas mengangkat peti jenazah Bripda Natanael Simanungkalit menuju mobil ambulans untuk dipulangkan, di depan Ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026). Bidpropam Polda Kepulauan Riau telah mengamankan delapan anggota Direktorat Samapta untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bripda Natanael Simanungkalit. (FOTO : ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)
REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Kerabat menangis di dekat peti jenazah Bripda Natanael Simanungkalit, di dalam mobil ambulans saat akan diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (14/4/2026).
Bidpropam Polda Kepulauan Riau telah mengamankan delapan anggota Direktorat Samapta untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bripda Natanael Simanungkalit.
sumber : Antara Foto

7 hours ago
3















































