Iran Tolak Putaran Kedua Perundingan dengan AS

1 hour ago 2

PEMERINTAH Iran menolak mengikuti putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat. Dilansir dari laporan Islamic Republic News Agency (IRNA) yang dikutip Iran International pada Ahad, 19 April 2026, kebuntuan terjadi sejak awal negosiasi. Putaran pertama yang berlangsung akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Menurut IRNA, tidak ada perkembangan berarti karena tuntutan Washington dinilai berubah-ubah dan tidak realistis. “Tuntutan berlebihan Amerika Serikat dan permintaan yang tidak masuk akal, tidak realistis, perubahan posisi yang berulang, serta pernyataan yang saling bertentangan" disebut menjadi penghambat utama kemajuan perundingan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Blokade Laut Jadi Penghalang

IRNA juga menyoroti kebijakan blokade laut yang diumumkan Amerika Serikat sebagai faktor utama yang memperkeruh situasi. “Kelanjutan dari apa yang disebut sebagai blokade laut, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepahaman gencatan senjata, serta retorika ancaman” turut menghambat jalannya negosiasi.

Dengan kondisi tersebut, Iran menegaskan tidak ada prospek perundingan yang produktif dalam waktu dekat. “Dalam kondisi ini, tidak ada prospek yang jelas untuk perundingan yang produktif,” demikian laporan tersebut.

Menurut laporan Tasnim News Agency, dikutip Anadolu, Iran hingga kini belum memutuskan untuk mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan. Keputusan tersebut diambil karena blokade laut masih diberlakukan.

Pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat tetap berlangsung dalam beberapa hari terakhir melalui perantara Pakistan, sebagai kelanjutan dari proses pada putaran pertama negosiasi. Namun, posisi Teheran tidak berubah. “Tim negosiasi Iran menegaskan bahwa selama pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai blokade laut terhadap Iran masih berlaku, tidak akan ada negosiasi."

AS Akan Kirim Perwakilan ke Pakistan

Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa negosiator Amerika Serikat akan bertolak ke Islamabad untuk membuka peluang perundingan lanjutan. Ia menyebut pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Selasa dan dapat berlanjut hingga Rabu.

Trump juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata dua pekan yang akan berakhir Rabu, dengan membuka tembakan di Selat Hormuz pada Sabtu 18 April 2026. Dalam pernyataannya di Truth Social, ia melontarkan ancaman keras.

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya berharap mereka menerimanya karena jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran,” tulis Trump.

Ketegangan meningkat sejak perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, yang berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |