Iran Ancam Tutup Semua Ekspor Energi dari Teluk Jika AS Terus Menyerang

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran mengancam akan menghentikan seluruh ekspor energi dari Timur Tengah setelah AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapalnya. Ancaman dilancarkan di tengah serangan AS ke Iran yang telah memasuki hari kelima, situasi yang kian mengancam kesepakatan sementara di antara mereka.

The Guardian melansir, blokade AS mulai berlaku pada Rabu dini hari, yang memicu Iran untuk menutup Selat Hormuz dan melancarkan serangkaian serangan udara balasan terhadap negara-negara yang menampung pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

"Ekspor energi kawasan ini adalah milik bersama atau tidak bisa dinikmati oleh siapa pun," demikian pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada hari Rabu. Mereka menambahkan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup hingga "berakhirnya kejahatan Amerika", yang semakin mengganggu pelayaran di jalur air tersebut—sebuah jalur vital yang sebelum perang menjadi titik krusial bagi lalu lintas seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Lonjakan kekerasan dan gangguan terhadap aktivitas pelayaran semakin mendongkrak harga minyak. Harga minyak mentah pada hari Rabu terus naik melampaui level tertinggi dalam satu bulan yang tercatat pada hari Selasa.

Pihak AS menyatakan bahwa Iran telah menyerang tujuh kapal komersial di selat tersebut pada pekan lalu, yang mengakibatkan hampir dua belas awak kapal tewas, hilang, atau terluka. Iran juga melancarkan serangan udara terhadap Bahrain, Yordania, dan Kuwait. Negara-negara tersebut menjadi lokasi penempatan pasukan AS.

Yordania menyatakan telah mencegat tiga rudal balistik dari Iran pada Rabu, sementara Kuwait menyatakan sedang berupaya memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan Iran.

Setidaknya 30 warga sipil meninggal akibat serangan AS di Iran selatan dalam beberapa hari terakhir, menurut juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani. Setidaknya tujuh tentara Iran gugur dalam serangan AS terhadap pangkalan militer Bampur di wilayah tenggara negara itu.

Perselisihan mengenai selat tersebut mengancam akan menyeret kawasan itu kembali ke dalam perang total. Donald Trump menyatakan akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika kesepakatan tidak tercapai pada minggu depan. Menargetkan infrastruktur sipil tanpa adanya sasaran militer yang jelas dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

"Minggu depan situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka karena giliran pembangkit listrik yang akan disasar. Minggu depan giliran jembatan," ujar Presiden AS tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada hari Selasa. "Kami akan melumpuhkan semua pembangkit listrik mereka. Kami akan melumpuhkan semua jembatan mereka kecuali mereka bersedia duduk bersama dan bernegosiasi."

Trump mengatakan bahwa para negosiator AS telah menghubungi pihak Iran untuk mendesak tercapainya kesepakatan, seraya menambahkan bahwa AS akan menunda penargetan fasilitas energi hingga tahap akhir namun pada akhirnya tetap akan menyerangnya.

Trump pernah melontarkan pernyataan serupa pada bulan Maret, ketika ia mengancam akan "meluluhlantakkan" pembangkit listrik dan fasilitas pengolahan air bersih Iran jika Teheran tidak menyetujui persyaratan perdamaian dalam waktu dekat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |