REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perumda Dharma Jaya akan membangun pusat penggemukan sapi di Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Pengembangan kawasan seluas 20 hektare tersebut dilakukan untuk memperkuat pasokan daging sapi sekaligus mendukung ketahanan pangan Jakarta.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan pembangunan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Menurut dia, optimalisasi aset daerah dilakukan untuk memperkuat rantai pasok pangan, khususnya komoditas daging sapi.
“Kawasan ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta,” kata Raditya, Jumat (31/7).
Ia menjelaskan kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai peternakan sapi terpadu yang dilengkapi kandang penggemukan, kandang karantina, rumah potong hewan (RPH), serta lahan hijauan pakan ternak. Pengelolaannya akan menerapkan sistem modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Menurut Raditya, kebutuhan pakan ternak juga akan dipenuhi secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi sehingga kualitas dan produktivitas sapi dapat terjaga.
Selain memperkuat pasokan pangan, pengembangan kawasan tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ciangir akan dikembangkan sebagai kawasan ketahanan pangan yang mencakup peternakan, perikanan, dan pertanian.
“Ketahanan pangan yang akan dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya,” kata Pramono.
Pramono juga menegaskan kawasan tersebut tidak akan difungsikan sebagai lokasi alternatif Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Seluruh area akan difokuskan untuk mendukung pengembangan sektor pangan.
“Sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali enggak,” kata Pramono.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur kawasan dijadwalkan dimulai pada November 2026 dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun. Saat ini proyek masih berada pada tahap koordinasi lintas instansi, sosialisasi, serta proses perizinan sebelum memasuki tahap konstruksi pada akhir tahun.
Kawasan peternakan terpadu tersebut diharapkan menjadi salah satu penopang pasokan daging sapi yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.

3 hours ago
4













































