REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Pengurus Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Sidoarjo, Ahmad Zainal mengungkap kronologi munculnya keluhan kesehatan yang dialami sejumlah santri setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Ahmad menjelaskan, makanan MBG telah tiba di lingkungan madrasah sekitar pukul 12.00 WIB dan siap dibagikan kepada para santri. Sekitar pukul 13.00 WIB, para santri mulai mengonsumsi makanan tersebut seperti biasanya.
Setelah makan, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung. Menurut Ahmad, hingga sekitar pukul 15.00 WIB, belum ada gejala yang dirasakan para santri. "13.00 sampai 15.00 KBM aktif dan belum ada gejala yang dirasakan oleh santri," ujar Ahmad saat dihubungi Republika, Rabu (2/9/2026).
Selanjutnya, sekitar pukul 15.00 hingga 15.30 WIB, seluruh santri melaksanakan sholat berjamaah. Setelah kegiatan tersebut, mulai muncul sejumlah keluhan dari beberapa santri.
Keluhan tersebut kemudian bertambah hingga situasi menjadi darurat karena semakin banyak santri mengalami gejala yang serupa.
"Jam pelajaran setelah sholat berjamaah mulai ada beberapa keluhan dari santri-santri, sampai akhirnya darurat karena semakin banyak santri yang mengalami keluhan yang sama," kata Ahmad.
Memasuki waktu setelah Maghrib, bantuan ambulans mulai berdatangan dari sejumlah rumah sakit dan relawan. Para santri yang membutuhkan penanganan kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Ahmad menegaskan, kasus keluhan kesehatan tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Sejumlah pesantren dan sekolah di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.
"Termasuk juga pesantren dan sekolah sekitar," katanya. Ia menyebut, di antaranya terdapat korban keracunan dari SDN Kalitengah dan SMP Muhammadiyah 8.
Ahmad juga meluruskan informasi yang berkembang bahwa kejadian tersebut hanya terjadi di Manba’ul Hikam. Menurut dia, perhatian media lebih banyak tertuju ke pesantrennya karena banyak kendaraan pribadi dan ambulans yang terlihat mengangkut santri untuk mendapatkan perawatan.
"Kemarin malam hampir semua media tertuju ke Manba’ul Hikam, karena wara-wirinya mobil pribadi dan ambulans yang mengangkut korban," ujarnya.

1 week ago
151















































