Hari Ketiga Lebaran, Harga Cabai Rawit Merah Dijual Rp 140 Ribu per Kilogram

23 hours ago 6

TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai rawit merah di pasar tradisional dijual hingga Rp 140 ribu per kilogram di hari ketiga Lebaran 2025 atau Rabu, 2 April 2025. Harga itu telah turun dari yang semula Rp 180 ribu per kg pada Selasa. Menurut pedagang, lonjakan harga cabai itu dipengaruhi oleh minimnya pasokan dari petani. 

"Pegawainya libur, tenaga kerjanya enggak ada pada pulang kampung ," kata Ahmad Rojak'i saat ditemui di kiosnya di Pasar Bintang Mas, Jakarta Barat, pada Rabu. Menurut Ahmad, para distributor cabai di daerah-daerah masih menikmati libur Lebaran sehingga pengiriman masih terhambat. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Akibatnya, stok cabai rawit merah masih minim dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut dia, harga cabai rawit tersebut tidak normal. Sebab sebelum Ramadan, ia sempat menjual cabai rawit merah Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Namun, hingga H-2 Idul Fitri 1446 Hijriah harga cabai rawit merah stagnan di harga Rp 180 ribu per kilogram. 

"Stok penghabisan, dikirim lagi setelah lebaran," kata laki-laki asal Tegal, Jawa Tengah itu. Kenaikan harga itu juga berlaku untuk komoditas cabai merah keriting yang dibanderol hingga Rp 120 ribu per kilogram pada Rabu ini. Kemarin, ia menjual lebih mahal Rp 30 ribu. 

Di seberang kios laki-laki berumur 38 tahun itu, penjual lain menduga mahalnya harga komoditas cabai disebabkan masih sedikit yang membuka lapak di hari libur Lebaran. "Cabai rawit merah Rp 120 ribu per kilogram, masih mahal karna dari sana mahal," ujar Ahmad Udin yang membeli cabai dari Pasar Induk Kramat Jati. Kendati mahal, harga itu telah turun Rp 5 ribu dibanding kemarin. 

Udin juga berujar harga cabai rawit merah yang meroket itu tak wajar. Sebab, ia biasanya dapat menjual cabai rawit merah sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram sebelum Ramadan. Selain itu, ia juga menaikkan harga cabai merah keriting yang sebelum Ramadan dipatok Rp 50 ribu per kilogram. "Cabai merah keriting saya jual Rp 100 ribu per, kemarin Rp 120 ribu per kg," kata laki-laki umur 38 tahun asal Solo, Jawa Tengah itu. 

Di awal bulan puasa, harga cabai rawit terpantau melambung hingga Rp 120 ribu per kilogram. Menurut pedagang rempah-rempah di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh minimnya pasokan cabai dari tengkulak.

"Karena pengiriman kosong saja, peralihan ke bulan puasa, mungkin petani masih malas buat metik cabai,” kata Endang Sulistyowati yang menggelar lapak jualan di seberang Pasar Palmerah saat ditemui Tempo pada Ahad, 2 Maret 2025. 

Endang memprediksi para petani yang biasanya memetik cabai pada siang hari masih menyesuaikan jam kerja saat bulan puasa. “Jadi pengiriman ke sini terkendala,” katanya. Hari ini, Endang menjual cabai rawit merah seharga Rp 120 ribu per kilogram, sedangkan kemarin masih dijual dengan Rp 100 ribu per kg. Harga ini jauh melampaui harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 40 ribu hingga Rp 57 ribu per kilogram. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |