Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, UN Women bagi Tips Melawan Kekerasan pada Anak Perempuan

3 days ago 8

CANTIKA.COM, Jakarta - Memeringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia menyoroti tingkat kekerasan berbasis gender online yang dialami perempuan di Indonesia.

Dwi Yuliawati selaku head of programmes UN Women Indonesia menyampaikan bahwa kekerasan digital adalah perpanjangan dari kekerasan di dunia nyata. Artinya dapat melukai dunia nyata seseorang. “Kalau ada orang komen jahat ‘saya bunuh kamu,’ besoknya beberapa hari kemudian dibunuh beneran, bahaya kan?” papar Dwi di press briefing 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, Kamis, 20 November 2025. 

Peristiwa yang banyak terjadi adalah manosphere, istilah untuk komunitas online yang mendefinisikan secara sempit dan agresif apa artinya menjadi seorang laki-laki, dengan segala sifat maskulinitasnya, dan memandang bahwa perempuan adalah sumber dari segala masalah dan kesetaraan gender telah mengorbankan pemenuhan hak laki-laki. 

Komunitas manosphere memiliki kesamaan yaitu misoginisis, praasangka dan kebencian terhadap perempuan. Manosphere adalah salah satu bahan bakar kekerasan berbasis gender online yang difasilitasi teknologi, seperti media untuk doxing.

UN Women melihat kedaulatan perempuan adalah tidak sekadar fisik tapi termasuk virtual. Sehingga UN Women berinisiatif memastikan ruang aman bagi perempuan di ranah online. Pemberdayaan AI dan perempuan tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga pengembang teknologi AI.

Beberapa tips dari UN Women untuk anak perempuan dan masyarakat agar berani lawan kekerasan baik online dan offline.

1. Harus diberi pengetahuan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan kepada dirinya baik oleh orang asing maupun orang terdekat.

2. Biasakan menyediakan ruang aman anak untuk bercerita, kalau anak menceritakan kejadian tak senonoh, percayai apa yang diucapkan jangan sampai disepelekan.

3. Berikan rumus katakan No (akan terjadi), segera Go (jika sudah terjadi), dan Tell (ceritakan pada orang dewasa).

Perempuan berhak aman baik saat bersuara di ranah publik, membangun karier, maupun sekadar menikmati ruang digital sehari-hari. Karena itu, literasi digital, dukungan keluarga, dan perlindungan hukum menjadi kunci untuk menciptakan internet yang lebih setara. "Makin kita paham hak-hak digital kita, makin kecil peluang kekerasan berbasis teknologi mengambil ruang dalam hidup perempuan Indonesia," tambah Dwi. 

Pilihan Editor: Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Soroti Isu Kekerasan Berbasis Gender di Dunia Digital

TSABITA SIRLY KAMALIYA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |