Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sayung Demak, DKP Jateng Ungkap Penyebabnya.

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Endi Faiz Effendi, mengatakan, fenomena matinya ribuan ikan di daerah pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, tidak hanya sekali terjadi. Namun, dia menyebut, hal itu terjadi bukan karena faktor pencemaran air.  

Komentar Endi terkait dengan peristiwa terbaru matinya ribuan ikan secara mendadak di daerah pesisir Desa Bedono. "Itu sudah berkali-kali mati di situ. Mungkin sekitar tiga bulan lalu, banyak ikan juga mati di sekitar Sayung," ucapnya ketika dihubungi Republika, Sabtu (29/11/2025). 

Endi menerangkan, area di sekitar tempat ditemukannya ribuan ikan mati memang dikelilingi pabrik-pabrik. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, dia menyatakan tidak ada pencemaran lingkungan oleh pelaku industri di daerah tersebut. 

"Kalau pencemaran, saya kira tidak ada pencemaran di sana. Cuma memang kondisi airnya jelek sekali di sana. Kondisi oksigen terlarutnya kurang, rendah sekali," ucap Endi.

Dia menambahkan, DKP Provinsi Jateng sebelumnya sudah pernah menerjunkan tim untuk memeriksa dan meneliti penyebab matinya ribuan ikan secara mendadak di Sayung, khususnya di pesisir Desa Bedono. "Lab-lab kesehatan ikan yang kami punya, kami minta untuk mengecek kondisi bangkai ikan dan perairan di sana, dan tidak ada ditemui pencemaran seperti logam-logam berat, itu tidak ada," katanya. 

Menurut Endi, ribuan ikan yang mati, baik dalam kasus sebelumnya maupun terbaru, merupakan ikan yang dibudidayakan di tambak. "Di sana itu banyak kolam-kolam tambak yang idle, kemudian oleh penduduk dimanfaatkan untuk ditebar ikan-ikan, seperti nila atau bandeng," ujar dia. 

Namun, Endi mengatakan, daerah pesisir Desa Bedono memang kurang layak dijadikan lokasi atau tambak budi daya. Selain berdekatan dengan pabrik-pabrik, daerah tersebut juga kerap terimbas rob.

"Rob itu kan dari macam-macam; mungkin sudah kena limbah rumah tangga atau dari pabrik juga. Jadi kita tidak tahu kondisi airnya," ucap Endi. 

Dia menambahkan, terkait kasus terbaru matinya ribuan ikan di pesisir Desa Bedono, hal itu kini ditangani DKP Kabupaten Demak. Namun Endi mengatakan, DKP Jateng dan DKP Demak selalu menjalin koordinasi. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |