Garuda Ungkap Perkembangan Merger dengan Pelita Air

15 hours ago 6

TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah mematangkan rencana penggabungan atau merger yang melibatkan Pelita Air dan Garuda Indonesia Group. Aksi korporasi tersebut saat ini sudah dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan sejumlah pihak.

“Kajian mencakup arah strategis, bentuk, struktur, tahapan, jangka waktu, serta mekanisme pelaksanaan, dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group dalam agenda transformasi perseroan,” demikian penjelasan Corporate Secretary Group Head Garuda Indonesia Andreas Tumpal H. Hutapea lewat surat tanggapan yang dikirim kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat, 31 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Manajemen Garuda menyatakan, belum ada keputusan ihwal kapan konsolidasi akan efektif berlaku. Penetapan waktu efektif masih menunggu hasil kajian dan akan dilakukan sesuai kewenangan dan mekanisme persetujuan.

Saat ini, struktur kepemilikan Pelita Air masih mengacu pada data resmi entitas yang bersangkutan. “Struktur kepemilikan yang berlaku setelah pelaksanaan aksi korporasi, termasuk setiap perubahan pada struktur entitas anak perseroan, akan mengacu pada bentuk dan struktur transaksi yang ditetapkan melalui mekanisme persetujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” 

Perseroan juga masih menganalisis dampak aksi korporasi terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan dengan mengacu pada bentuk, struktur, serta mekanisme pelaksanaan yang ditetapkan. Garuda juga memastikan setiap perubahan akan dilaporkan kepada publik.

Manajemen juga masih menggodok skema mekanisme dalam sinergi operasional antara Garuda, Citilink dan Pelita Air. Penetapan arah kebijakan dan keputusan akhir aksi korporasi nantinya bakal dilaksanakan lewat mekanisme pengambilan keputusan sesuai dengan kewenangan pemegang saham, yakni PT Danantara Asset Management, serta pihak-pihak terkait. 

Sebelumnya Danantara bersama BP BUMN mendorong konsolidasi maskapai BUMN dengan menggabungkan Pelita Air dan Garuda Indonesia. “Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria pada, Jumat 24 Juli 2026 seperti dikutip dari Antara.

Menurut Dony konsolidasi ini bertujuan memperkuat kapasitas grup dalam menghadapi persaingan industri penerbangan. “Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ucapnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |