Euforia Tahun Baru Berlanjut, Malioboro Tetap Ramai Wisatawan pada Awal 2026

21 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kawasan Malioboro, masih dipadati wisatawan pada hari pertama tahun 2026. Kepadatan tersebut menjadi kelanjutan euforia perayaan malam pergantian tahun yang tadi malam berlangsung meriah dan menyedot ratusan ribu pengunjung dari berbagai daerah.

Pantauan Republika, Kamis (1/1/2026), arus wisatawan tetap mengalir sejak siang hingga sore hari. Sepanjang Jalan Malioboro, wisatawan terlihat memenuhi area pedestrian, berbelanja oleh-oleh, berfoto di sejumlah titik ikonik, hingga sekadar dudk untuk menikmati suasana pusat kota yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Meskipun cuaca terik dan gerah, antusiasme wisatawan tak surut. Kepadatan pengunjung ini berdampak pada lalu lintas di sekitar Malioboro. Kendaraan terpantau padat merayap, meski masih dapat dikendalikan dan tidak sampai menimbulkan kemacetan parah.

Sejumlah wisatawan mengaku sengaja memanfaatkan hari pertama tahun baru untuk berkunjung ke Malioboro sebelum kembali ke daerah asalnya. Edo, wisatawan asal Semarang datang bersama keluarga sejak sehari sebelumnya.

"Mampir Jogja sebentar, tadi malam juga di sini (kawasan Malioboro) merayakan pergantian tahun baru," ucapnya saat dijumpai.

Ia mengaku terkejut karena Malioboro masih sangat ramai meski malam pergantian tahun telah berlalu.

"Saya kira Malioboro sudah sepi, ternyata masih ramai yang datang ke sini," ungkapnya.

Sementara Irene, wisatawan asal Jakarta mengaku suasana Malioboro yang ramai justru menghadirkan pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Hiruk-pikuk pejalan kaki, deretan pedagang kaki lima, hingga adanya seniman jalanan menciptakan nuansa hidup yang membuat Malioboro selalu dirindukan.

Tak hanya suasana, bagi dia, kuliner khas Malioboro juga menjadi alasan kuat dirinya kembali berkunjung. Aneka makanan seperti gudeg, sate kere, angkringan, hingga jajanan tradisional dengan harga terjangkau dinilainya memiliki cita rasa yang membekas di ingatan.

"Walaupun padat, rasanya selalu ingin kembali. Makanannya sederhana tapi bikin kangen," ujarnya.

Lonjakan Wisatawan Capai 1.000 Persen

Kepadatan di Malioboro pada awal 2026 tak lepas dari lonjakan besar jumlah wisatawan yang datang ke Yogyakarta saat malam pergantian tahun. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan data mengejutkan terkait peningkatan jumlah kendaraan dan pengunjung yang masuk ke kota ini.

"Memang signifikan. Tadi sudah dilaporkan oleh Pak Kapolda bahwa peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Jogja sangat tinggi. Berdasarkan data yang kami terima, hampir dua juta lebih kendaraan masuk dari segala penjuru, baik dari utara, selatan, timur, maupun barat," ujar Hasto di Pos Teteg Malioboro, Rabu (31/12/2025) malam.

Selain lonjakan kendaraan, Hasto mBenyebut jumlah pengunjung di kawasan Malioboro juga melonjak tajam. Dari data yang disampaikan Kapolda DIY, peningkatan kunjungan ke Malioboro pada malam Tahun Baru 2026 diprediksi mencapai 1.000 persen dibandingkan hari biasanya.

"Maka dari itu kita mengamankan bersama. Dan yang patut kita syukuri, sampai saat ini zero pencopet. Tidak ada pencopetan, alhamdulillah," katanya.

Diperkirakan sekitar 450 ribu wisatawan memadati kawasan Tugu Yogyakarta, Malioboro hingga Titik Nol Kilometer pada malam pergantian tahun, tadi malam. Angka tersebut menjadikan Malioboro sebagai salah satu titik dengan kepadatan tertinggi selama perayaan Tahun Baru 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Jumlah pengunjung di Malioboro mengalami peningkatan, kalau datanya Pak Kapolda 1000 persen, yang diprediksi pada malam hari ini,," ujarnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama aparat keamanan terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna memastikan kenyamanan wisatawan serta aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar di tengah lonjakan kunjungan yang luar biasa tersebut.

Arus balik wisatawan pun diprediksi pada 3-4 Januari 2026 mendatang.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |