Eropa Bersatu Tolak Gas Rusia, Hongaria Malah Berlangganan Energi Moskow

6 days ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Parlemen Eropa dari Polandia, Piotr Müller, menilai pernyataan Perdana Menteri Hongaria, Péter Magyar, terkait ketergantungan negaranya pada gas Rusia dapat mengancam konsistensi kebijakan energi Uni Eropa.

Pernyataan tersebut muncul setelah Magyar menyatakan bahwa meskipun Budapest berupaya mendiversifikasi sumber energi, Hongaria belum mampu sepenuhnya menghentikan impor energi dari Rusia.

Müller menyoroti bahwa Komisi Eropa selama ini secara konsisten mendorong negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengurangi hingga menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil Rusia, termasuk gas alam, minyak, dan gas alam cair (LNG).

"Komisi Eropa telah berulang kali menegaskan perlunya Uni Eropa mencapai kemandirian penuh dari bahan bakar fosil Rusia dan secara bertahap menghentikan impor gas, minyak, serta LNG dari Rusia. Namun, perdebatan publik mengenai isu ini menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan terhadap konsistensi kebijakan tersebut," kata Müller dalam pertanyaan resminya kepada Komisi Eropa.

Menurut Müller, pernyataan Magyar menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen sebagian negara anggota Uni Eropa terhadap upaya mengurangi ketergantungan energi pada Rusia.

Politikus Polandia itu juga meminta Komisi Eropa untuk meminta penjelasan resmi dari pemerintah Hongaria mengenai rencana mereka menghapus sumber daya energi Rusia dari bauran energi nasional. Selain itu, ia mendesak Uni Eropa mengambil langkah lebih lanjut guna memastikan penerapan embargo energi secara menyeluruh terhadap Rusia.

Seberapa Besar Uang yang Masih Mengalir dari Eropa ke Rusia?

Sejak pecahnya perang Ukraina pada 2022, Uni Eropa berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap energi Rusia melalui berbagai paket sanksi dan diversifikasi pasokan. Namun, meski impor energi Rusia telah turun drastis dibandingkan sebelum perang, aliran uang dari Eropa ke Moskow belum sepenuhnya berhenti.

Sebelum invasi Ukraina, Rusia merupakan pemasok energi terbesar bagi Uni Eropa. Pada 2021, sekitar 40 persen gas alam yang dikonsumsi Uni Eropa berasal dari Rusia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, angka tersebut turun tajam seiring meningkatnya impor LNG dari Amerika Serikat, Norwegia, Qatar, dan negara pemasok lainnya.

Meski demikian, sejumlah negara Eropa masih membeli gas, minyak, maupun gas alam cair (LNG) Rusia. Jalur pipa TurkStream yang melintasi Turki tetap menjadi salah satu saluran penting bagi ekspor gas Rusia ke Eropa Tenggara, termasuk Hongaria dan Slovakia.

Menurut berbagai laporan lembaga pemantau energi internasional, ekspor energi masih menjadi sumber pendapatan terbesar bagi Rusia. Bahkan setelah dikenai sanksi Barat, pendapatan dari sektor minyak dan gas tetap menyumbang porsi signifikan bagi anggaran negara Rusia dan menjadi salah satu sumber pembiayaan utama bagi perekonomian Moskow.

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang semakin sering muncul di kalangan pengamat: seberapa efektif sanksi energi Barat terhadap Rusia? Di satu sisi, ketergantungan Eropa terhadap energi Rusia memang telah menurun secara signifikan dibandingkan sebelum perang. Di sisi lain, Rusia masih mampu mengekspor energi ke sejumlah negara Eropa dan mengalihkan sebagian besar pasarnya ke Asia, terutama China dan India.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |