Ekspor Mebel Sumbang 12,2 Persen Subsektor Kerajinan, RI Perkuat Akses Global

1 day ago 4

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, ekspor mebel menempati peringkat kedua subsektor kerajinan dengan kontribusi sekitar 12,2 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri mebel dan furnitur Indonesia memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional serta peluang ekspansi yang masih sangat luas. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, ekspor mebel menempati peringkat kedua subsektor kerajinan dengan kontribusi sekitar 12,2 persen.

Namun, di tengah pasar furnitur global bernilai ratusan miliar dolar AS per tahun, pangsa Indonesia masih berada di bawah satu persen. Hal itu mencerminkan besarnya ruang pertumbuhan yang belum tergarap. Akses ke pasar utama seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Asia Timur telah terbentuk.

Namun, tantangannya masih memerlukan penguatan standardisasi, efisiensi, dan integrasi lintas sektor agar pelaku industri nasional, termasuk UMKM, dapat terhubung lebih langsung dengan jaringan pasar global. Di sisi domestik, pasar furnitur juga menunjukkan dinamika positif.

Dalam konteks itu pameran internasional berperan sebagai platform strategis untuk memperluas akses pasar Asia Tenggara dan global. Menjawab kebutuhan tersebut, Amara Group dan Koelnmesse GmbH mengumumkan integrasi strategis empat pameran dagang utama ke dalam satu platform industri terpadu dari hulu ke hilir.

Mulai tahun ini, rangkaian pameran co-located digelar di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang dan JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 23-27 September 2026. Sekitar 15 ribu pengunjung dan partisipasi 20 negara, mencerminkan skala dan daya tarik internasional platform.

"Konsep co-location dan penyelarasan lintas sektor ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan platform industri di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik," ujar Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kupper dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut dia, dengan menyatukan material, manufaktur, dan furnitur dalam satu ekosistem terkoordinasi, Indonesia memperkuat efisiensi industrinya. "Sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pusat manufaktur regional," ucap Mathias.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |