Kandidat Ketum PBNU 2026-2031, Survei Insana: Kiai Imam Jazuli Ungguli Gus Yahya

3 hours ago 2

Hasil survei Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) tentang calon ketua umum PBNU periode 2026-2031.

REPUBLIKA.CO.ID, Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) mengeluarkan rilis survei nasional calon ketua umum PBNU 2026-2031 pilihan Pengurus dan Warga NU, dengan periode survei daring 20 Februari-15 Maret 2026. Dalam survei ini Kiai Imam Jazuli disebut mengungguli KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Survei ini mencoba memetakan siapa saja kandidat potensial Ketua Umum PBNU dan apa saja masalah-masalah mendesak yang harus diselesaikan PBNU jelang Muktamar ke-35 NU, yang akan dilaksanakan antara bulan Juli atau Agustus 2026.

"Populasi survei ini adalah 70% mewakili warga NU dan 30 % mewakili Pengurus NU ditingkatan PWNU dan PCNU se-Indonesia," demikian pernyataan Insantara dalam rilisnya, dikutip pada Rabu (18/3/2026).

Menariknya, saat simulasi semi terbuka 14 nama kandidat potensial Ketua Umum PBNU, dengan pertanyaan "Jika Muktamar NU diadakan sekarang ini, siapa yang akan anda pilih sebagai Ketua Umum PBNU di antara nama-nama berikut ini?" , nama KH Imam Jazuli muncul yang teratas dengan perolehan 26,1%.

Secara berturut-turut KH Iman Jazuli diikuti KH Marzuqi Mustamar dengan perolehan 22,6%, KH Yusuf Chudlori dengan 17%, KH Yahya Cholil Staquf dengan 9.8%, KH Zulfa Mustofa dengan 4.6%, dan KH Abdussalam Shohib sebesar 4.2%.

Setelahnya, berturut-turut nama-nama seperti Prof KH Nasaruddin Umar (4.0%), KH Syaifullah Yusuf (3.6%), H Nusron Wahid (2.1%), Prof KH Nuh DEA (1.9%), KH Abd Ghaffar Rozin (1.3%), KH Juhadi Muhammad (1.3%), dan KH Abd Hakim Mahfudz (1.3%).

Insana menyebut tingginya KH Imam Jazuli dipicu faktor di mana 80% responden tidak puas dengan kepemimpinan PBNU periode ini. Dalam kondisi ini, seringkali Kiai Iman Jazuli hadir mengkritisi kemelut PBNU dan gagasannya ke depan untuk peta jalan NU di abad kedua.

Selain itu, Kiai Imam Jazuli dianggap tokoh muda NU dan pesantren yang paling potensial untuk menggantikan Gus Yahya dalam suksesi PBNU di muktamar ke-35 NU mendatang.

Survei dengan metode multistage random sampling ini memiliki responden 5900 orang mewakili pengurus dan warga NU. Margin of error-nya sekitar 3% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |