Ekonom Nobel Ungkap Titik Lemah AS, Perang Dagang Trump dengan Kanada Bisa Jadi Bumerang

6 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Kanada memasuki babak yang semakin berisiko bagi kedua perekonomian. Presiden AS Donald Trump pada Senin (24/8/2026) mengancam menaikkan tarif menjadi 50 persen terhadap mobil, truk, dan suku cadang kendaraan buatan Kanada mulai 1 Januari 2027, hanya beberapa hari setelah perundingan Washington-Ottawa gagal.

Ancaman baru tersebut memperluas sengketa yang sebelumnya telah menyeret produk Kanada senilai sekitar 20 miliar dolar AS ke dalam tarif 50 persen. Kanada pada Selasa (25/8/2026) dijadwalkan mengumumkan rincian langkah balasan terhadap Washington.

Reuters pada Senin, 24 Agustus 2026, melaporkan Trump mengancam tarif 50 persen terhadap seluruh mobil dan truk buatan Kanada serta suku cadangnya mulai awal tahun depan. Sengketa otomotif menjadi salah satu penyebab utama gagalnya perundingan perdagangan kedua negara.

Associated Press pada Senin, 24 Agustus 2026, melaporkan Trump bahkan meminta para pemimpin Kanada untuk "mengikuti garis yang ditetapkan" Washington atau menghadapi konsekuensi yang menurutnya akan jauh lebih buruk dibandingkan tarif yang sudah diberlakukan.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak tekanan tersebut. Ia mengatakan Kanada masih terbuka terhadap negosiasi, tetapi tidak bersedia mengikuti perundingan yang menempatkan negaranya seolah-olah berada di bawah Amerika Serikat.

"Sikap di meja perundingan yang memperlakukan Kanada seolah-olah merupakan anak perusahaan Amerika Serikat tidak dapat diterima," kata Carney sebagaimana dilaporkan Associated Press, Senin, 24 Agustus 2026.

Carney juga mengatakan hasil perundingan membuat pemerintahnya meyakini Washington menginginkan perubahan besar terhadap industri utama Kanada, khususnya otomotif, baja dan aluminium.

Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne bersama sejumlah menteri dijadwalkan mengumumkan langkah balasan Ottawa pada Selasa. Kanada sebelumnya telah menyatakan akan membalas tarif Washington secara "dolar demi dolar" mulai 8 September 2026.

Eskalasi terbaru tersebut menjadi latar belakang analisis ekonom Amerika Serikat peraih Nobel Ekonomi 2008, Paul Krugman. Ia menilai ukuran ekonomi Amerika yang jauh lebih besar tidak otomatis membuat Washington keluar tanpa kerugian apabila perselisihan berubah menjadi perang dagang berkepanjangan.

Dalam tulisannya yang diterbitkan di Substack pada Senin, 24 Agustus 2026, Krugman memprediksi strategi tarif Trump terhadap Kanada pada akhirnya akan menghadapi masalah karena kedua ekonomi telah terintegrasi selama puluhan tahun.

Krugman mengakui posisi Kanada lebih rentan secara agregat. Kanada mengirimkan sekitar 70 persen ekspornya ke pasar Amerika, sehingga hilangnya akses atau naiknya biaya masuk ke pasar AS dapat memberikan pukulan besar terhadap perekonomian Kanada.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |