Duka Mendikdasmen: Prof Amal Fathullah Ulama Pejuang Pesantren

1 day ago 3

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi duduk di pesawat bersama Duta Besar Mesir Yasser Hassan Farag Elshemy yang duduk di hadapannya, dan petinggi Unversitas al Azhar Mesir, salah satunya adalah Wakil Grand Syekh Muhammad ad Duwaini yang duduk di samping Dubes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi. Ia menyebut kepergian tokoh pendidikan pesantren itu sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan nasional.

“Secara pribadi, keluarga, dan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam atas wafatnya Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi,” kata Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (3/1/2026).

Abdul Mu’ti berharap Allah SWT mengampuni seluruh dosa almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. “Semoga Allah mengampuni semua dosanya dan menempatkannya di surga, jannatun naim,” ujarnya.

Mendikdasmen yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengaku mengenal Prof. KH Amal Fathullah sebagai sosok pendidik yang memiliki dedikasi dan keteladanan tinggi. Menurut dia, almarhum tidak hanya menonjol dari sisi keilmuan, tetapi juga kesalihan pribadi, akhlak, dan kepemimpinan.

“Saya mengenal Prof. Dr. KH Amal Fathullah sebagai pribadi yang penuh dedikasi dan keteladanan dari sisi keilmuan, kesalihan, akhlak, dan kepemimpinan,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan jasa-jasa Prof. KH Amal dalam memajukan pendidikan sangat besar, baik di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor maupun bagi pendidikan nasional secara umum. Kontribusi almarhum dinilai telah memberi pengaruh luas dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jasa-jasanya dalam memajukan pendidikan dan mencerdaskan bangsa sungguh luar biasa, tidak hanya di Pondok Modern Darussalam Gontor, tetapi juga pendidikan pada umumnya,” ujar dia.

Abdul Mu’ti menyadari wafatnya Prof. KH Amal merupakan kehilangan besar. Namun, ia mengajak semua pihak untuk mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai kehendak Allah SWT.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |