Dokter Bilang Mustahil, Keluarga Sudah Pasrah: Pria 7 Hari Hanyut Ini Malah Pulang Sendiri

1 week ago 16

Ilustrasi pencarian orang terhanyut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Kurasa aku akan mati." Kalimat itu keluar dari mulut Qin Jianping saat dua nelayan akhirnya menarik tubuhnya yang kurus, telanjang, dan hampir tak bernyawa dari tengah laut setelah tujuh hari terombang-ambing sendirian.

Yang membuat kisah ini sulit dipercaya, Qin tidak membawa jaket pelampung. Tidak ada makanan. Tidak ada air minum. Tidak ada telepon genggam. Hanya tubuhnya melawan lautan selama sepekan. Bagaimana ia bisa bertahan?

Semuanya bermula dari satu langkah yang salah. Pada malam 27 Mei, pria berusia 40-an asal Guangxi itu sedang berlibur di Haikou, ibu kota Provinsi Hainan.

Sekitar pukul 23.00, ia berjalan di atas tanggul tepi laut yang licin akibat cuaca lembap. Sebuah kulit buah yang dibuang sembarangan mengubah liburan menjadi mimpi buruk.

Dalam hitungan detik, ia tergelincir dan jatuh ke ombak gelap. "Laut sama sekali tidak seperti kolam renang," kenangnya kemudian.

Qin sebenarnya bisa berenang. Namun laut malam itu jauh lebih kuat. Ombak besar terus menghantam tubuhnya. Setiap kali ia berhasil mendekat satu meter ke arah pantai, arus menyeretnya tiga hingga empat meter kembali ke tengah laut.

Perlawanan itu akhirnya kalah. Air asin memenuhi paru-parunya. Tubuhnya menghantam terumbu karang. Darah mengalir dari sejumlah luka.

Ketika tenaga mulai habis, Qin membuat keputusan yang mungkin menyelamatkan hidupnya: berhenti melawan arus dan membiarkan dirinya hanyut sambil berharap ada kapal yang melihatnya saat matahari terbit.

Namun fajar membawa kabar buruk. Daratan telah hilang. Yang terlihat hanya hamparan biru tanpa ujung ke segala arah.

Dua kapal sempat melintas pada hari pertama. Qin melambaikan tangan dan berteriak sekuat tenaga. Tidak ada yang melihatnya.

Saat itulah perjuangan sesungguhnya dimulai. Untuk menghemat energi, ia membuang satu per satu barang yang masih menempel di tubuhnya.

Sepatu. Celana. Jam tangan. Cincin. Semua dilepas dan ditelan laut. Ia hanya mempertahankan satu tujuan: tetap mengapung.

sumber : Xinhua

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |