Dispar DIY Fasilitasi Perajin Batik Tersertifikasi untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

21 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi profesi di bidang ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kriya, khususnya pada skema pembuatan malam batik. Program ini menargetkan sebanyak 175 pelaku ekraf di DIY dapat difasilitasi sertifikasi sepanjang tahun 2026.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana menyampaikan, kegiatan pelatihan angkatan pertama digelar pada 13–17 April 2026 dengan melibatkan 20 perajin batik yang telah lolos seleksi. Peserta berasal dari berbagai wilayah di DIY dan diwajibkan memiliki pengalaman di bidang batik.

Menurutnya, program ini merupakan upaya meningkatkan kapasitas pelaku ekraf tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga pengakuan kompetensi melalui sertifikasi.

"Jadi ini merupakan satu bentuk dukungan untuk peningkatan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif khususnya di Kriya Batik. Di samping untuk peningkatan kompetensinya, kami juga nanti akan melakukan sertifikasi. Kemudian bagaimana meningkatkan nilai produknya, karena seperti yang disampaikan, ini merupakan bagian untuk peningkatan produk juga," katanya saat dijumpai di sela-sela acara pelatihan, Senin (13/4/2026).

Iwan menjelaskan, pelatihan ini juga bertujuan untuk mendorong keberlanjutan industri batik di DIY, termasuk pengelolaan limbah dan efisiensi produksi. Ia tak menepis, biaya produksi batik sebagian besar masih didominasi penggunaan malam. Karena itu, inovasi dalam pengelolaan bahan ini menjadi kunci peningkatan pendapatan perajin.

"Hampir 70 persen dari biaya untuk produksi batik itu di malamnya, jadi kami (mencari cara) bagaimana menekan. Sekarang ketika biaya ditekan, otomatis pendapatan mereka lebih meningkat lagi," ucapnya.

Selain meningkatkan efisiensi, pelatihan ini juga menjawab kebutuhan pengakuan kompetensi bagi perajin yang selama ini belum tersertifikasi secara formal. Secara bertahap, pelatihan dan fasilitasi sertifikasi akan diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif lainnya di wilayah DIY yang tengah tumbuh dan berkembang, serta memberdayakan masyarakat lokal.

"Kan di sektor ekonomi kreatif itu ada 17 sub sektor, jadi banyak sekali mulai dari desain, kuliner, kriya, fesyen, kemudian game animasi, televisi, radio periklanan, jadi kami ambil yang benar-benar banyak pegiat di DIY," katanya.

Menurut dia, sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif sangat penting terutama bagi para perajin yang sudah bertahun tahun bekerja di sektor kerajinan namun belum mendapat pengakuan terhadap keahlian dalam menciptakan produk itu.

"Mereka selama ini kan sudah bekerja di (bidang) batik, tetapi belum mendapat pengakuan untuk keahlian mereka. Jadi hari ini disamping kita berikan lagi pelatihan, kemudian memberi kompetensi. (Ini bermanfaat) ketika mereka juga nanti diminta sebagai instruktur, mereka sudah ada sertifikasi pengakuan dari secara nasional. Karena ini juga tidak hanya pelatihan berbasis kompetensi saja, tapi nanti ada sertifikasi dari BNSP juga," ungkapnya.

Untuk tahun ini, Dispar DIY menargetkan sertifikasi bagi 175 pelaku ekraf yang akan dibagi dalam enam hingga delapan angkatan. Ia kembali menekankan, sertifikasi menjadi penting sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap keahlian perajin, sekaligus membuka peluang mereka menjadi instruktur di masa depan.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DIY, Rifki Listianto, menegaskan dukungan legislatif terhadap pengembangan UMKM, termasuk sektor ekonomi kreatif. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap pelaku batik di DIY semakin kompeten, efisien dalam produksi, serta mampu menghadirkan produk yang inovatif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi.

"Terkait dengan dukungan tadi, bahwa kami dari teman-teman DPRD DIY, khususnya Komisi B, sudah berkomitmen secara penuh terkait dengan mendorong tumbuh kembangnya UMKM. Yang jelas kita kan berpihak ke UMKM, dan hari ini salah satunya ada di bidang ekraf," ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |