Petugas memberikan pelayanan kepada penumpang setibanya di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Ahad (6/9/2026). Dua pesawat udara dari maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA 961 rute Madinah - CGK dan GA 983 Rute Jeddah- CKG mengalihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka siap menjadi bandara alternatif bagi pendaratan dan penerbangan pesawat. Hal itu menyusul penutupan delapan bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu pun telah meminta para staf Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melayani penumpang di Bandara Kertajati, termasuk memberikan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan orang tua.
“Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati,” kata KDM, Senin (7/9/2026).
Ia pun berharap operasional pesawat di Bandara Kertajati bisa berjalan aman dan nyaman.
Seperti diketahui, Bandara Kertajati ditetapkan sebagai bandara alternatif oleh Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara akibat abu vulkanik. Bandara Kertajati dinyatakan tidak terdampak abu vulkanik setelah dilakukan paper test di bandara tersebut.
Sementara itu, delapan bandara yang ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.

1 week ago
31














































