DBL Indonesia Umumkan Skuad DBL All-Star 2026, Juga Luncurkan Program Super Teacher

3 hours ago 1

Para pemain DBL All Star 2026, pelatih, dan manajemen DBL Indonesia berfoto bersama para pengurus Perbasi dan perwakilan sponsor di Jakarta, Ahad (3/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perjalanan panjang para campers dalam Kopi Good Day DBL Camp 2026 mencapai puncaknya. Setelah melalui proses seleksi dan pelatihan ketat, DBL Indonesia resmi mengumumkan 24 pemain terbaik serta dua pelatih yang akan tergabung dalam skuad elite DBL All-Star 2026 di Jakarta, Ahad (3/5/2026).

Masing-masing 12 pemain putra dan 12 putri diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk berlatih sekaligus bertanding di Negeri Paman Sam. Mereka berasal dari 250 pemain lebih dari seluruh Indonesia.

Mereka merupakan student-athlete pilihan dari jalur First Team dan Second Team di berbagai kota. Ini ditambah peserta dari program Road to DBL Camp serta DBL Play Road to DBL Camp yang membuka peluang lebih luas bagi daerah yang belum memiliki kompetisi DBL.

Selama sepekan, para peserta ditempa dalam pelatihan intensif yang dipimpin pelatih World Basketball Academy (WBA) Australia, di bawah arahan Andrew Vlahov. Untuk keempat kalinya digelar di Jakarta, DBL Camp tahun ini menempati venue baru di DBL Academy East Jakarta yang dilengkapi fasilitas berstandar internasional.

Persaingan menuju jajaran Top 24 berlangsung sangat ketat. Penambahan kuota wild card dari empat menjadi enam slot membuat dinamika seleksi semakin kompetitif. “Tahun ini persaingannya sangat ketat, tim pelatih sampai harus menambah jam latihan untuk pemain dan jam meeting, terutama untuk tim putra,” ujar Vlahov.

Di balik daftar nama terpilih, terselip kisah menarik, salah satunya hadirnya kakak-beradik dalam satu skuad. Praisey Blessed kembali terpilih sebagai All-Star, sementara sang adik, Miracle Christiano, menyusul di sektor putra. “Seneng banget pastinya bisa terpilih All-Star, apalagi kakak juga masuk," kata Christiano.

Ia mengaku tak akur di rumah, tapi sebenarnya saling mendukung. Senang banget bisa berangkat bareng,” kata dia.

Para pemain dan pelatih terpilih akan menjalani program persiapan lanjutan sebelum berangkat. Founder dan CEO DBL Indonesia Azrul Ananda menegaskan, pengalaman di luar negeri bukan sekadar latihan, melainkan juga membuka peluang lebih besar. “Kami akan mencari turnamen yang membuat mereka bisa dilihat pelatih di sana. Harapannya, akan ada lagi anak Indonesia yang mendapat beasiswa,” ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |