Data BNPB: Korban Meninggal Akibat Bencana Banjir dan Longsor Tertinggi ada di Sumut

1 hour ago 1

Warga mengusung jenazah korban longsor untuk dimakamkan di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Berdasarkan data dari Desa Batu Godang sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 6 orang belum ditemukan akibat bencana longsor pada Rabu (26/11). (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Papan nama jenazah korban longsor di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Jumlah korban meninggal tercatat paling tinggi ada di Sumatera Utara. Di wilayah tersebut, BNPB mencatat 173 orang meninggal dan 145 lainnya masih dalam pencarian. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Petugas menggunakan alat berat melakukan pencarian korban longsor di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Berdasarkan data dari Desa Batu Godang sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 6 orang belum ditemukan akibat bencana longsor pada Rabu (26/11). (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Foto udara petugas menggunakan alat berat melakukan pencarian korban longsor di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025). Wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana banjir dan longsor. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11). (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Foto udara permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Sabtu (29/11) sebanyak 43 korban meninggal dunia di wilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11). (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Warga mencuci pakaian di sungai pascabanjir bandang di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Pascabanjir bandang pada Selasa (25/11) lalu, warga mulai melakukan aktivitas seperti meninjau rumah warga yang rusak, mencuci pakaian dan kendaraan yang terkena lumpur. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Warga mengendarai mobil meninjau rumah kerabatnya yang rusak akibat banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Pascabanjir bandang pada Selasa (25/11) lalu, warga mulai melakukan aktivitas seperti meninjau rumah warga yang rusak, mencuci pakaian dan kendaraan yang terkena lumpur. (FOTO : ANTARA FOTO/Yudi Manar)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, TAPANULI SELATAN -- Warga mengusung jenazah korban longsor untuk dimakamkan di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Ahad (30/11/2025).

Berdasarkan data dari Desa Batu Godang sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 6 orang belum ditemukan akibat bencana longsor pada Rabu (26/11).

Jumlah korban meninggal tercatat paling tinggi ada di Sumatera Utara. Di wilayah tersebut, BNPB mencatat 173 orang meninggal dan 145 lainnya masih dalam pencarian.

Wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana banjir dan longsor.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |