REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran yang terjadi di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (7/9/2026) dipastikan tidak mengganggu sistem perpajakan di ibu kota. Dampak kebakaran itu justru bakal mengganggu pengaturan lampu lalu lintas (traffic light) di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebakaran yang diduga bermula dari lantai 11 itu berdampak hingga lantai 16 gedung. Akibatnya, Command Center Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta yang ada di lantai 16 gedung yang berlokasi itu Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, itu ikut terdampak.
"Itu adalah Command Center ada untuk mengatur VVIP transportasi dan sebagainya. Supaya tidak mengalami hambatan, maka saya sudah menyetujui untuk backup yang ada di MT Haryono dinyalakan.," kata dia di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Ahad (9/8/2026).
Selain Command Center, ruang operasional Sistem Pengendalian Lalu Lintas (SPLL) Dishub DKI Jakarta juga ikut terdampak kebakaran tersebut. Akibatnya, teknologi akal imitasi (AI) yang digunakan untuk pengaturan traffic light secara otomatis di Jakarta sementara tidak bisa digunakan.
Menurut Pramono, dampak dari hal itu akan membuat pengaturan lampu lalu lintas dilakukan secara manual dalam beberapa waktu ke depan. Padahal, sejumlah lampu lalu lintas di Jakarta telah menggunakan teknologi AI untuk mengatur secara otomatis.
"Yang memang akan sedikit terganggu dalam beberapa hari ke depan ini adalah hal yang berkaitan dengan pengaturan di Dinas Perhubungan, terutama di perempatan yang menggunakan traffic light. Kan memang kadang-kadang bisa diatur dari jauh, bisa otomatis," kata dia.
Meski begitu, Pramono mengaku telah menginstruksikan Dishub untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di persimpangan jalan akibat masalah itu. Salah satunya dengan menempatkan personel di persimpangan yang berpotensi terjadi kepadatan arus lalu lintas.
"Mudah-mudahan tidak akan mengganggu proses transportasi lalu lintas yang ada di Jakarta ini," ujar dia.
Ihwal data pajak, politikus PDIP itu memastikan, tidak dampak signifikan akibat kebakaran tersebut. Pasalnya, sistem perpajakan di Jakarta telah terdigitalisasi.
"Dengan demikian untuk hal yang berkaitan dengan kepentingan atau keperluan penarikan pajak dan sebagainya oleh Bapenda tidak terganggu," kata Pramono.
Ia menambahkan, gedung yang kebakaran itu ditempati oleh sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) DKI Jakarta. Lantaran gedung itu belum bisa digunakan untuk sementara waktu, para ASN tersebut akan ditempatkan di kantor suku dinas (sudin) masing-masing.
"Dan kami sudah merencanakan di Cikini, salah satu gedung yang akan digunakan sebagian besar ASN yang akan kita pindahkan. Sampai dengan ini bisa berjalan, maka kita melakukan yang disebut dengan work from home atau work from everywhere, supaya tidak terganggu pekerjaan yang ada," kata dia.

5 hours ago
2














































