Dampak Gempa NTT Sejumlah Bagunan Sekolah Belum Pulih, Dompet Dhuafa Bangun Sekolah Darurat

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, NAGEKEO - Dompet Dhuafa membangun Sekolah Darurat di SMPN 5 Aesesa dan TK Waemburug di Kelurahan Waekokak serta SDN Natakupe di Kelurahan Rendutenoe. Di SMPN 5 Aesesa, pascagempa terjadi, mereka melakukan kegiatan belajar mengajar di lapangan dengan tenda seadanya. Bahkan ada satu jenjang yang belajar di bawah pohon lantaran tidak adanya ruang yang layak dan aman.

"Kami belajarnya di ruangan, yang atapnya menggunakan pohon," ujar Quirinus Anjelo Senggo salah satu murid SMPN 5 Aesesa, Rabu (9/9/2026). Kemudian hadir Dompet Dhuafa melalui kawan-kawan Disaster Management Center (DMC) dan Dompet Dhuafa NTT dengan mendirikan dua ruang Sekolah Darurat. Satu diperuntukan ruang perpustakaan, satu lagi untuk ruang kelas.

Saat Sekolah Darurat berdiri, anak-anak memadati tenda Sekolah Darurat untuk mengerjakan ujian. Tidak sampai di sana, Dompet Dhuafa juga memberikan edukasi mitigasi bencana gempa bumi kepada murid SMPN 5 Aesesa. Terlihat anak antusias menyimak edukasi yang diberikan dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami.

"Kami ada nyanyi-nyanyi tentang ketika gempa kita harus melindungi kepala supaya bangunan tidak jatuh terkena kepala," lanjut Anjelo.

"Kehadiran Dompet Dhuafa sangat membuat kami happy, karena kami punya tenda Sekolah Darurat di sini," sambungnya. Pihak sekolah juga menuturkan banyak terima kasih atas keterlibatan Dompet Dhuafa dalam menunjang kegiatan belajar yang nyaman dan aman di masa tanggap darurat gempa NTT.

"Kehadiran Dompet Dhuafa sangat membantu kami. Tetapi dengan ada bantuannya Dompet Dhuafa ini, tendanya lebih aman," ungkap Ibu Guru Ananias selaku Guru Pengajar Pancasila SMPN 5 Aeses

"Selain itu anak-anak juga dibekali edukasi penanganan ketika terjadi bencana," sambungnya. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 8 September 2026 pada pukul 17.00 WIB, telah terjadi gempa susulan sebanyak 13.657.

Melihat hal ini, instansi pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tempat yang aman, seperti lapangan terbuka atau di bawah pohon yang rindang. Namun menjadi masalah ketika pihak sekolah tidak punya sarana yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar misal tidak ada terpal atau tenda untuk menahan cuaca panas atau hujan di kala kegiatan belajar.

"Kami melihat dengan kehadiran Sekolah Darurat ini mampu menjadi ruang aman anak dan guru dari bencana maupun cuaca untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan nyaman," pungkas Abdul 'Labing' Aziz selaku tim DMC Dompet Dhuafa yang merupakan PIC Respons Gempa NTT Penugasan Kabupaten Nagekeo.

Hingga kini DMC masih terus membersamai untuk percepatan pemulihan penyintas gempa di NTT. Semoga masyarakat atau penyintas terdampak gempa bisa segera pulih dan mampu menata kembali masa depannya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |