Daihatsu tak Mau Tergesa-geas Perluas Lini EV, Pasar Besar di Luar Jabodetabek Jadi Pertimbangan

22 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memilih tidak terburu-buru menghadirkan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) untuk pasar massal Indonesia. Di tengah agresivitas sejumlah merek, terutama asal China, meluncurkan kendaraan elektrifikasi di kota-kota besar, Daihatsu menilai karakter pasar dan konsumennya masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE), terutama di luar area Jabodetabek.

Marketing & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan konsumen sebelum menentukan waktu peluncuran produk elektrifikasi berikutnya. Menurut dia, Daihatsu tetap mengembangkan teknologi ramah lingkungan, tetapi implementasinya akan disesuaikan dengan kondisi pasar.

"Kami terus melakukan pengembangan. Namun untuk waktunya nanti akan kami informasikan pada saat yang tepat," ujar Rokky di sela GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, keputusan tersebut juga dipengaruhi struktur pasar otomotif nasional yang hingga kini masih didominasi kendaraan bermesin ICE. Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono menyebut sekitar 73 persen penjualan mobil nasional masih berasal dari segmen tersebut. Berdasar data ini produk Daihatsu saat ini dinilai masih mampu menjawab kebutuhan mayoritas konsumen.

Selain kondisi pasar, persebaran konsumen Daihatsu juga menjadi pertimbangan. Berbeda dengan tren kendaraan listrik yang saat ini lebih banyak berkembang di Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa, basis konsumen Daihatsu justru lebih kuat di luar wilayah tersebut.

Tri menjelaskan sekitar 60 persen pasar otomotif nasional memang berada di Pulau Jawa dan 40 persen di luar Jawa. Namun, komposisi penjualan Daihatsu justru didominasi wilayah luar Jawa dengan kontribusi mencapai sekitar 55 persen. Di wilayah ini, perkembangan infrastruktur mobil listrik belum semasif di Jabodetabek.

"Kalau bicara penjualan Daihatsu, kami memang harus melihat total Indonesia karena mayoritas penjualan kami justru berasal dari luar Jawa," kata Tri.

Ia mengatakan karakter konsumen Daihatsu yang didominasi pembeli mobil pertama juga membuat permintaan banyak berasal dari wilayah remote dan rural. Karena itu, perusahaan terus memperluas penetrasi pasar di daerah sembari memperkuat layanan purna jual melalui lebih dari 300 unit Daihatsu Mobile Service yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Meski belum menghadirkan mobil listrik murni untuk pasar massal, Daihatsu mulai memasuki era elektrifikasi melalui Rocky Hybrid. Hingga akhir Juli 2026, penjualan model tersebut telah mencapai sekitar 800 unit. Sebanyak 300 unit sudah dikirim kepada konsumen, sedangkan sekitar 500 unit lainnya masih berada dalam daftar tunggu dengan estimasi pengiriman satu hingga dua bulan.

Daihatsu menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Selain mempertimbangkan tren teknologi global, perusahaan juga akan melihat kesiapan infrastruktur, kebutuhan konsumen, serta karakter pasar nasional sebelum memperluas portofolio kendaraan elektrifikasinya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |