Bahlil: Insentif NMC Jadi Strategi Utama Dongkrak Pasar Mobil Listrik Berbasis Nikel

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemberian insentif untuk baterai nickel-manganese-cobalt (NMC) merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk mendongkrak pasar mobil listrik berbasis nikel. Pernyataan ini disampaikannya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin.

"Ke depan akan ke sana. (Insentif NMC menjadi) bagian salah satu strateginya," ujar Bahlil. Ia menegaskan bahwa kendaraan listrik dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) tidak menjadi prioritas karena Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk memproduksinya.

Saat ini, Indonesia tengah gencar membangun ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel atau NMC. Oleh karena itu, arah pengembangan mobil listrik di dalam negeri akan difokuskan pada teknologi berbasis nikel.

Keunggulan Baterai NMC Dibanding LFP

Bahlil pun menegaskan bahwa kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel memiliki keunggulan dibandingkan LFP. "Kalau jarak-jarak pendek itu LFP biasanya, tetapi kalau jarak panjang itu nikel masih lebih paten," ucapnya.

Dengan demikian, ia meyakini kendaraan listrik dengan baterai berbasis nikel lebih unggul meskipun dari segi harga lebih mahal apabila dibandingkan dengan kendaraan listrik berbaterai LFP.

Pemerintah Siapkan Insentif Kendaraan Listrik

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Mei 2026 mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah menganggarkan insentif sebesar Rp5 juta per unit. Sedangkan untuk mobil listrik, insentif diberikan berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40–100 persen untuk pembelian kendaraan listrik.

Insentif PPN DTP ini dikhususkan untuk kendaraan listrik murni (EV), tanpa mencakup kendaraan hibrida. Besaran insentif akan ditentukan berdasarkan jenis baterai yang digunakan, yang dibagi menjadi baterai nikel dan non-nikel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemberian insentif kendaraan listrik nantinya akan dikaitkan dengan program pengembangan motor dan mobil listrik nasional. Pemerintah saat ini masih mengkaji pemberian insentif tersebut untuk mendorong penjualan sekaligus memperkuat ekosistem industri EV di dalam negeri. Namun, hingga kini pemerintah belum mengumumkan keputusan final terkait bentuk maupun waktu implementasi insentif tersebut.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |